Persoalan Haji Harus Dilihat secara Menyeluruh

Red
- Minggu, 13 Juni 2021 | 01:27 WIB
SM/Dian Aprilianingrum : LENGANG : Suasana lengang dan pintu gerbang tertutup rapat terlihat di KBIH Al Wardah Purwokerto, Rabu (9/6). (Teguh)
SM/Dian Aprilianingrum : LENGANG : Suasana lengang dan pintu gerbang tertutup rapat terlihat di KBIH Al Wardah Purwokerto, Rabu (9/6). (Teguh)

Kebijakan pemerintah Indonesia yang tahun ini tidak memberangkatkan calon jamaah haji ramai menjadi perbincangan.

Banyak yang kecewa atas tertundanya pelaksanaan kewajiban menjalankan Rukun Islam yang kelima tersebut. Namun banyak juga yang memaklumi di tengah kondisi pandemi.

Epidemiolog dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dr Yudhi Wibowo MPH mengatakan pembatalan pemberangkatan haji dari Indonesia tahun 2021 ini haruslah dipandang secara menyeluruh. Pasalnya persoalan haji tak semata soal kebijakan Arab Saudi, ekonomi hingga lobi diplomatik dua negara saja, tetapi juga harus memperhatikan kondisi global saat ini.

“Kondisi kasus Covid-19 yang masih belum terkendali perlu diketahui juga kesiapan para calon jamaah haji. Apakah semua calon jamaah haji sudah divaksin.

Pertanyaan berikutnya apakah vaksin yang diberikan sudah standar sesuai dengan standar di Arab Saudi?” katanya. Selain vaksinasi, Yudhi juga menekankan soal mayoritas calon jamaah haji di Indonesia ini merupakan kategori lanjut usia dan mungkin juga banyak yang komorbid.

Lansia dan komorbid ini tentunya lebih berisiko melakukan perjalanan haji yang tidak singkat di masa pandemi ini.

“Dengan kondisi ini, kebijakan pemerintah masih ada beralasan rasional. Apalagi ini semua dilaksanakan untuk keselamatan, kesehatan calon jamaah haji.

Jadi tak semata soal kebijakan pembatasan haji dari sejumlah negara di Asia Tenggara saja,” jelasnya. Sementara salah satu calon haji asal Kabupaten Banyumas, Kholidin memilih sikap ikhlas saat mengetahui pemerintah membatalkan keberangkatan haji tahun ini.

Sudah dua tahun ini, ia batal berangkat ke tanah suci lantaran pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum berakhir.

Kecewa

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Digitalisasi Tetap Menjadi Kunci Pengembangan Daerah

Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB

Bupati Kolaka Timur dan Lima Staf Terjaring OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 10:53 WIB

Pak Penghulu pun Kenakan APD

Rabu, 22 September 2021 | 01:35 WIB

PTM Tanpa Izin, 90 Siswa Terpapar Virus Korona

Rabu, 22 September 2021 | 01:29 WIB

Rehab Rumah Tak Layak Huni, BRI Gombong Bantu Rp 50 Juta

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB
X