Menkes: Tingkat Kemanjuran Vaksin AstraZeneca Terhadap Komorbid Sangat Tinggi

Red
- Sabtu, 12 Juni 2021 | 19:19 WIB
Vaksin AstraZeneca (Foto Istimewa)
Vaksin AstraZeneca (Foto Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah masih berlangsung dan hampir menyentuh seluruh daerah di Tanah Air. Namun, upaya mengakhiri pandemi melalui program vaksinasi masih menuai reaksi penolakan dari sejumlah pihak.

Diketahui, Indonesia kembali menerima vaksin AstraZeneca melalui jalur multilateral COVAX Facility sebanyak 1.504.800 dosis, Kamis (10/6) lalu.

Muncul reaksi penolakan dari sejumlah pihak, banyak dari mereka yang masih mempertanyakan efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin, terutama untuk AstraZeneca.

Baca Juga: WeTV Gandeng Multivison Plus Remake Sinetron Tersanjung, Suguhkan Kisah Khas Anak Muda

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan tanggapan, bahwa vaksin Covid-19 asal Inggris itu memiliki efikasi atau tingkat kemanjuran yang sangat tinggi terhadap sasaran warga dengan penyakit penyerta alias komorbid hingga warga lanjut usia (lansia).

"Kalau AstraZeneca itu efikasinya untuk yang punya penyakit komorbid sangat tinggi. Pada usia lanjut juga sangat tinggi," kata Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, seperti dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Sabtu (12/6).

Oleh sebab itu, Menkes mengimbau masyarakat untuk tidak lagi pilih-pilih vaksin. Ia menegaskan bahwa seluruh jenis vaksin Covid-19 yang didatangkan pemerintah telah dijamin keamanan dan keefektivitasannya, termasuk AstraZeneca.

Baca Juga: Ikatan Apoteker Indonesia Jateng Bantu Masker dan Suplemen, Jaga Imunitas Nakes di Kudus

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes itu mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca sudah dijamin keamanannya untuk usia di atas 18 tahun. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan beberapa kasus penghentian AstraZeneca pada usia non-lansia.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) masih belum mencabut rekomendasi penggunaan vaksin asal Inggris AstraZeneca untuk warga berusia 18 tahun ke atas.

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes itu menyesalkan sikap masyarakat yang lebih banyak menyoroti efek samping daripada manfaat vaksin.

Menurutnya, sebagian masyarakat membicarakan efek samping terlalu berlebihan yang justru membuat warga lainnya menjadi takut dan menghambat program vaksinasi.

Baca Juga: Update Corona 12 Juni: Bertambah 5.292 Pasien Sembuh Covid-19 Sudah 1.740.436 orang

"Kalau saya mau bilang, anak umur enam bulan demam, meriang dia hanya bisa nangis, rewel. Kalau yang disuntik orang dewasa, begitu demam, muntah apa yang dilakukan? update status," katanya.

Di sisi lain, Indonesia telah menerima vaksin Astrazeneca pada 5 Juni dan 10 Juni 2021 yang dengan begitu total vaksin Astrazeneca dari Covax Facility yang diperoleh secara gratis mencapai 8.228.400 dosis vaksin jadi (siap pakai).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa secara keseluruhan, vaksin yang diterima Indonesia baik itu vaksin Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm telah mecapai 93.728.400 dosis.

"Rinciannya Sinovac 84.500.000 dosis, AstraZeneca 8.228.400 dosis, dan Sinopharm satu juta dosis," kata Menlu.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X