PP Muhammadiyah: Jangan Diteruskan, Pajak Pendidikan Tidak Sejiwa dengan Pancasila

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 15:43 WIB
Pajak Pertambahan Naik (PPN)/Ilustrasi Istimewa
Pajak Pertambahan Naik (PPN)/Ilustrasi Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Muhammadiyah tegas menolak rencana penerapan PPN untuk bidang pendidikan seperti dalam draf Rancangan Undang-Undang Revisi UU No 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegasksn Pemerintah yang harus paling bertanggungjawab dan berkewajiban dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk penyediaan anggaran 20 persen. Ormas keagamaan semua agama dan lainnya justru meringankan beban dan membantu pemerintah dalam pendidikan.

''Mereka harusnya mendapat reward atau penghargaan, bukan malah ditindak dan dibebani pajak yang pasti memberatkan. Kebijakan PPN bidang pendidikan jelas bertentangan dengan konstitusi dan tidak boleh diteruskan,'' tandas Haedar di kantornya, kemarin.

Baca Juga: Prediksi Laga Grup B Euro 2021 Denmark VS Finlandia 12 Juni 2021

Menurutnya rencana penerapan PPN bidang pendidikan jelas bertentangan dengan jiwa konstitusi UUD 1945 Pasal 31 Pendidikan dan Kebudayaan.

Pemerintah, termasuk Kemenkeu, dan DPR mestinya mendukung dan memberi kemudahan bagi organisasi kemasyarakatan yang menyelenggarakan pendidikan secara sukarela dan berdasarkan semangat pengabdian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Haedar menegaskan Pemerintah dan DPR harusnya tidak memberatkan organisasi kemasyarakatan penggerak pendidikan dan lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat dengan perpajakan.

Pasalnya, hal itu justru akan mematikan lembaga-lembaga pendidikan yang selama ini banyak membantu rakyat kecil, serta sebenarnya ikut meringankan beban pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan yang belum sepenuhnya merata.

Baca Juga: Komisi I DPR RI Akan Prioritaskan Anggaran untuk Kesehatan Prajurit

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Darurat Bisnis Hotel

Minggu, 1 Agustus 2021 | 01:27 WIB

Komunikator

Minggu, 1 Agustus 2021 | 01:17 WIB

Plasma Konvalesen Bukan Satu-Satunya Solusi

Minggu, 1 Agustus 2021 | 01:07 WIB
X