Anies Baswedan Ziarah di Makam Cut Nyak Dien, Netizen: Statusnya Bikin Meleleh

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 12:48 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ziarah ke makam Cut Nyak Dien. (foto: Instagram @aniesbaswedan) (Hanung Soekendro)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ziarah ke makam Cut Nyak Dien. (foto: Instagram @aniesbaswedan) (Hanung Soekendro)

SUMEDANG, suaramerdeka.com - Gubernur Jakarta Anies Baswedan berziarah di makam Cut Nyak Dien.

Hal itu diketahui dari unggahan status dan foto dirinya saat berada di kompleks pemakaman.

Dalam unggahan di akun instagram @aniesbaswedan, Sabtu 12 Juni 2021, ia mengunggah 10 foto dan dibubuhi dengan status cukup panjang.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Bisa Turun Signifikan, Menlu Retno Ungkapkan Data

Semuanya tentang kegiatan Anies Baswedan Ziarah di Makam Cut Nyak Dien.

Selain foto-foto Ziarah di Makam Cut Nyak Dien yang mencuri perhatian, status panjang yang ia tuliskan pun bikin meleleh para netizen yang membanjiri dengan komen-komen di status Anies Baswedan.

Dalam unggahan itu, nampak Anies Baswedan nampak bersama-sama dengan sejumlah pejabat berada di kompleks makam Cut Nyak Dien.

Baca Juga: Bappenas Gelar Rapat Tingkat Menteri, Bahas Pembangunan Desa Hingga Target Pembangunan 2022

Dari beberapa foto, terlihat dirinya memanjatkan doa bagi sang pejuang kemerdekaan asal Aceh tersebut.

''Sesudah beberapa waktu lalu menonton Tjoet Nja' Dhien bersama keluarga, dan begitu tahu ada agenda kerja sama di Sumedang, langsung berniat sekaligus menyempatkan ziarah ke makamnya. Makam Cut Nyak Dien berada di Kampung Gunung Puyuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, tak jauh dari alun-alun Sumedang,'' tulis Anies Baswedan di akunnya @aniesbaswedan.

Ia juga menuliskan sajak yang terukir di Makam Cut Nyak Dien di Sumedang.

Pahlawan asal Tanah Rencong itu sangat dihormati warga Sumedang, daerah tempat Cut Nyak Dien diasingkan seusai ditangkap tentara Belanda.

''Karena djihadmu perdjuangan, Atjeh beroleh kemenangan, Dari Belanda kembali ke tangan, Rakjat sendiri kegirangan.

Itulah sebab sebagai kenangan, Kami teringat terangan-angan, Akan budiman pahlawan djundjungan, Pahlawan wanita berdjiwa kajangan,'' tulisnya lagi.

Itulah sajak yang terukir di Makam Cut Nyak Dien di Sumedang.

Pahlawan asal Tanah Rencong itu sangat dihormati warga Sumedang, daerah tempat Cut Nyak Dien diasingkan seusai ditangkap tentara Belanda.

''Di film Tjoet Nja’ Dhien kita mengagumi cerita perjuangannya di Aceh. Hingga akhirnya pada 1906, Cut Nyak Dien ditangkap Belanda, diasingkan ke Sumedang karena takut akan terus mengobarkan semangat perlawanan rakyat Aceh,'' katanya.

Walau diasingkan ke Sumedang semangatnya untuk terus berjuang tidak padam, Cut Nyak Dien berjuang lewat jalan dakwah.

Cut Nyak Dien menghabiskan dua tahun terakhir hidupnya di pengasingan dengan mengajar penduduk sekitar mengaji Alquran dan bahasa Arab. Penduduk Sumedang lebih mengenal Cut Nyak Dien dengan panggilan penghormatan: Ibu Prabu atau kadang disebut juga ibu suci.

Hingga wafatnya pada 6 November 1908, penduduk Sumedang tidak tahu kalau ia seorang pejuang. Makam Cut Nyak Dien baru ditemukan kembali pada tahun 1959 berkat pencarian oleh Gubernur Aceh, Ali Hasmy, berdasarkan data yang ditemukan di Belanda.

Perjuangan Cut Nyak Dien di tanah Sumedang memang singkat, tapi semangatnya tetap abadi digelorakan warga Sumedang hingga hari ini.

Membaca unggahan itu, netizen langsung memberikan komentarnya. ''terimakasih sudah berziarah ke makam leluhur kami.. barakallah bapak.. al fatihah untuk Cut Nyak Dhien.. ????,'' tulis akun @cutnyak_albahsin.

''Terima kasih pak Gub, kami warga Aceh terharu dgn ziarah ini, semoga kita bisa mengikuti perjuangan beliau,'' tulis akun @fauzalazifa perihal kegiatan Gubernur Anies Baswedan ziarah di Makam Cut Nyak Dien.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digitalisasi Tetap Menjadi Kunci Pengembangan Daerah

Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB

Bupati Kolaka Timur dan Lima Staf Terjaring OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 10:53 WIB

Pak Penghulu pun Kenakan APD

Rabu, 22 September 2021 | 01:35 WIB

PTM Tanpa Izin, 90 Siswa Terpapar Virus Korona

Rabu, 22 September 2021 | 01:29 WIB

Rehab Rumah Tak Layak Huni, BRI Gombong Bantu Rp 50 Juta

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB
X