Negara Maju Kuasai 75 Persen Vaksin Covid-19, Indonesia Dorong Kesetaraan

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:24 WIB
vaksin covid-19. (suaramerdeka.com / dok)
vaksin covid-19. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menegaskan Pemerintah Indonesia terus berjuang mendorong kesetaraan vaksin Covid-19 bagi semua negara di dunia melalui forum multilateral Covax AMC Engagement Group.

Menurut Menlu Retno, saat ini kesenjangan distribusi dan vaksinasi di dunia masih sangat besar. Dari sekitar 2,2 miliar dosis vaksin yang telah disuntikkan, sekitar 75 persen berada di 10 negara maju; dan hanya 0,4 persen yang berada di negara-negara berpenghasilan rendah.

Dari perhitungan persentase vaksinasi terhadap populasi kawasan Amerika Utara telah memvaksinasi 64,33 persen dari total populasi; Kawasan Eropa telah memvaksinasi 52,85 persen.

Baca Juga: PKS Kota Semarang Silaturahmi Kebangsaan dengan Gerindra

Sementara persentase terendah dimiliki Kawasan Afrika (2,86 persen), dan diikuti ASEAN (8,91 persen). Angka ini masih jauh dari target WHO setidaknya 10 persen penduduk di setiap negara telah divaksin pada September dan 30 persen pada akhir Desember tahun ini.

“Sebagai salah satu co-chairs Covax AMC Engagement Group, Indonesia memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk terus memperjuangkan akses setara terhadap vaksin untuk semua negara,” kata Menlu Retno saat keterangan pers menyambut kedatangan 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca, Jumat (11/6) malam.

Vaksin AstraZeneca ini diperoleh Indonesia secara gratis melalui kerja sama multilateral COVAX Facility. Untuk mengurangi tingkat kesenjangan tersebut, lanjut Menlu,  COVAX AMC Engagement Group melalui COVAX Facility telah mendorong mekanisme dose-sharing atau berbagi vaksin.

Baca Juga: Bupati Kudus Ajak Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan Tekan Penyebaran Covid-19

Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Denmark, Belgia, dan Spanyol akan menyalurkan surplus vaksin yang dimiliki melalui Covax Facility.

“Dengan mekanisme Covax Facility ini, maka negara-negara tersebut menyumbangkan vaksin yang dimiliki, kemudian dikelola oleh Covax Facility untuk dibagikan kepada negara lain yang memerlukan,” tuturnya.

Menlu menambahkan dalam upaya untuk mendorong kesetaraan global, Indonesia menjadi salah satu co-sponsor dari proposal TRIPS Waiver atau penghapusan hak kekayaan intelektual untuk produk dan teknologi yang digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Pembahasan awal terhadap teks proposal ini di World Trade Organization (WTO), kemungkinan akan dimulai pada tanggal 17 Juni 2021.”

“Kami semua berharap agar negosiasi terhadap proposal ini dapat diselesaikan dalam waktu cepat untuk membantu meningkatkan produksi dan distribusi vaksin secara signifikan,” tandasnya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Atlet Program Semarang Emas Jalani Tes Fisik

Minggu, 28 November 2021 | 13:41 WIB

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X