Pengusaha Kecil Desak BPOM Laporkan Penyebar Hoaks Galon Guna Ulang ke Aparat

- Jumat, 11 Juni 2021 | 17:27 WIB
Galon guna ulang. (suaramerdeka.com / dok)
Galon guna ulang. (suaramerdeka.com / dok)

"Jangan sampai kita juga ikut dirugikan. Masyarakat kita yang mengkonsumsi air minum isi ulang jadi dirugikan oleh pemberitan-pemberitaan hoaks seperti ini,” tambahnya.

Dia mengatakan galon guna ulang berbahan polikarbonag ini sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu dan belum ada laporan tentang bahayanya. BPOM juga sudah  melakukan uji klinis terhadap galon itu dan dinyatakan lulus uji.

Baca Juga: Kebijakan PPN Sembako Perlu Ditinjau Ulang, DPR: Optimalkan Penerimaan Negara

“Tapi kenapa sekarang ini tiba-tiba galon berbahan BPA ini dipermasalahkan. Ini seperti ada persaingan bisnis di dalamnya. Kalau dilihat dari kacamata saya,” tukasnya.

Dia menandaskan seharusnya yang lebih disoroti para penyebar hoaks guna ulang itu adalah soal kualitas air minum isi ulang yang ada di depot-depot yang tidak memiliki legalitas atau layak air minum.

Karena menurutnya, data dari Kemenkes menunjukkan baru 10 persen saja dari depot-depot air minum isi ulang yang ada di Indonesia ini yang memilik legalitas.

"Ini jauh lebih penting isunya ketimbang galon guna ulang yang sudah benar-benar ada uji klinisnya dari BPOM,” tandasnya.

Apalagi, kata Erik, penyebar isu hoaks galon guna ulang itu sama sekali tidak mempunyai ilmu mengenai uji klinis makanan.

“Kenapa orang yang tidak punya ilmu memberikan pernyatan (benda) ini berbahaya (benda) itu berbahaya. Ini kan harus melalui uji klinis,” katanya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X