Ibadah Haji Virtual di Metaverse Dianggap Tidak Sah, Ini Penjelasan MUI

- Jumat, 11 Februari 2022 | 16:42 WIB
Haji metaverse (Facebook/Haramain)
Haji metaverse (Facebook/Haramain)


JAKARTA, suaramerdeka.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan bahwa ibadah Haji metaverse tidak sah.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh.

Ia mengatakan, upaya digitalisasi adalah bagian dari perkembangan teknologi yang bersifat muamalah.

Baca Juga: Token Kripto ASIX Dilarang Bappebti, Anang: Sedang Proses Daftar

Menurutnya ada sisi baik dari upaya digitalisasi, di mana para jamaah dapat melihat tempat-tempat yang akan dikunjungi ketika melaksanakan ibadah.

Namun hal tersebut dianggap belum cukup dan tidak sah jika digunakan untuk menunaikan ibadah Haji.

Dilansir dari akun instgaram @infia_fact, MUI menyampaikan bahwa menjalankan ibadah Haji melalui dunia virtual reality atau Metaverse tidak memenuhi syarat sahnya beribadah.

Baca Juga: Lakukan Pelecehan Seksual, Profesor Universitas Harvard Digugat Mahasiswinya

Hal tersebut disampaikan, sebagai tanggapan atas rencana Arab Saudi untuk membuat ibadah Haji dapat dilakukan di Metaverse.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X