Siapkan Opsi Buka RS Darurat, Sisrute Diwanti-wanti Bisa Berjalan Optimal

- Jumat, 11 Juni 2021 | 15:35 WIB
Jabar Punya Informasi (suaramerdeka.com/Setiady Dwi)
Jabar Punya Informasi (suaramerdeka.com/Setiady Dwi)

Penambahan itu di antaranya RS darurat di Bogor dan Bekasi. Kedua pusat isolasi itu sebelumnya sempat berfungsi. Hanya saja, akibat kasus yang cenderung melandai pada Maret- April lalu, operasionalnya dihentikan.

"Untuk Bandung, kita siapkan di BPSDM dan Secapa AD dengan opsi bisa ditambah kapasitasnya yang saat ini sebanyak 350 bed.

Kemudian kita juga akan mempercepat operasional RS baru di Soreang dengan kapasitas 100 bed," jelas Ketua Harian Satgas Covid-19, Daud Ahmad.

Untuk tren kasus di wilayahnya, jelasnya, jumlah kasus korona dalam sepekan terakhir memang mengalami peningkatan karena angkanya di atas 1.000 kejadian.

Baca Juga: Ada Kendala di Ujicoba PPDB Online Jateng 2021, Disdikbud Didesak Segera Perbaiki Sistem

Peningkatan tersebut, sebutnya, imbas mobilitas masyarakat selepas kebijakan larangan mudik dicabut.

Kadiv Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Jabar Marion Siagiaan menambahkan tingkat keterisian rumah sakit (bed occupancy rate) sudah di atas rasio standar WHO yakni 62,65 persen. Karenanya, status penanganan berada di level Siaga.

"Sejak 28 Mei lalu, peningkatannya, 15 hari pasca Lebaran, kasusnya sempat fluktuatif antara 1.200-800 kasus, tapi pekan terakhir rata-rata di atas 1.000 kasus, pertambahannya setiap hari. Dibandingkan pekan laluz 2-3 persen naiknya per hari," jelasnya.

Dari kondisi tersebut, pihaknya menyatakan bahwa kasus itu kebanyakan dari klaster keluarga yang diduga muncul karena banyak melakukan interaksi di saat hari raya. Lebih dari itu, kasus-kasus tersebut diwarnai tingkat keparahan penderitanya.

Hal ini merujuk pada pasien-pasien yang mendapat perawatan di RSUD Al Ihsan Kabupaten Bandung.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X