Atlet Paragames Minta ke Presiden Supaya Bisa Jadi PNS

- Senin, 2 Oktober 2017 | 16:13 WIB
Foto: Kompas.com
Foto: Kompas.com

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) Senin (2/10) pagi menerima atlet, pelatih, dan official National Paragames Commitee (NPC) yang menjadi juara umum pada ASEAN Para Games 2017, di Kuala Lumpur, Malaysia pada 17-23 September 2017 lalu. Saat diberi kesempatan berdialog, sejumlah atlet paragames bertanya mulai dari soal bonus hingga keinginan untuk bisa diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dalam acara penyambutan di Istana Negara, Jakarta dan dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menko PMK Puan Maharani dan dan Ketua Inasgoc Erick Tohir, Presiden mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, serta kontingen Indonesia yang meraih prestasi luar biasa dan mengharumkan nama bangsa, negara. Kontingen Indonesia menjadi juara umum  dengan meraih 126 medali emas, 75 perak, dan 50 perunggu.

"Angka emas 126, perak 75, perunggu 50 juga bukan sebuah prestasi yang biasa, tapi betul-betul sebuah prestasi. Targetnya 107 tapi dapatnya 126. Yang gini-gini yang kita mau. Ditarget 107 dapatnya lebih, bukan targetnya lebih dapetnya kurang," kata Jokowi puas.

Presiden mengingatkan, tahun depan, pemerintah masih memiliki sebuah event yang lebih besar lagi. Ia berharap prestasi seperti ini bisa ditingkatkan, bukan dipertahankan tapi ditingkatkan lagi hingga menjadi lebih baik.

Menanggapi pertanyaan para atlet di sesi dialog, Presiden mengaku untuk masalah bonus ia sudah bisik-bisik kepada menteri terkait agar segera ditutaskan.

"Kalau bisa satu dua hari, Kamis ini bisa dicairkan. Itu perintah saya, biar prosedurnya segera dipercepat," jelasnya disambut tepuk tangan.

Adapun soal keinginan atlet dan pelatih paragames untuk diangkat menjadi PNS, Presiden menjelaskan untuk jadi PNS ada aturannya.

"Mungkin akan (diusahakan diterima bekerja) di BUMN (Badan Usaha Milik Negara), mungkin. Biar Pak Menteri yang mengatur," sambungnya.

Sedangkan terhadap permintaan sepeda yang disampaikan atlet catur tunanetra Wilman Margaretha, Presiden tidak langsung menjawab. Seperti biasa, Jokowi mengajukan tebak-tebakan terlebih dulu.

Halaman:

Editor: Fadhil Nugroho Adi

Terkini

X