Kejati Banten Tindaklanjuti Laporan MAKI Terkait Pemerasan Oknum Bea Cukai

- Kamis, 27 Januari 2022 | 10:48 WIB
Kantor Pelayanan Utama Ditjen Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Kantor Pelayanan Utama Ditjen Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

SERANG, suaramerdeka.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menindaklanjuti laporan yang dilayangkan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terkait adanya penyalahgunaan wewenang yaitu perbuatan pemerasan yang dilakukan oleh oknum ASN Kantor Pelayanan Utama Ditjen Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta.

Asisten Intelijen Kejati Banten, Adhyaksa Darma Yuliano mengatakan, terkait dengan kasus pemerasan tersebut, pihaknya telah melakukan wawancara terhadap 11 orang yang berasal dari pihak ASN (Bea Cukai) maupun dari pihak swasta.

"Saat ini Kejati Banten telah mengumpulkan sejumlah dokumen yang berhubungan dengan perkara tersebut."

"Diduga QAB selaku Pegawai Negeri (ASN) pada Kantor Pelayanan Utama Ditjen Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya," ujar Adhyaksa kepada media 26 Januari 2022 di kantornya.

Baca Juga: Tahun Baru Imlek: Siap-siap, Rezeki 8 Shio Ini Bakal Lancar di Tahun Macan Air

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Penkum Kejati Banten, Ivan Siahaan menjelaskan, berdasarkan hasil wawancara dalam proses operasi intelijen, Kejati Banten menemukan adanya modus pemerasan yang dilakukan oknum ASN Bea Cukai tersebut saat melakukan monitoring terhadap operasional kiriman barang importasi perusahaan jasa titipan.

Oknum ASN tersebut telah memaksa Perusahaan Jasa Titipan (PJT), untuk memberikan sejumlah uang dari setiap kilogram barang yang termasuk dalam daftar barang dengan tarif Rp 2.000/Kg atau Rp 1.000/Kg selama periode bulan April 2020 hingga April 2021.

"Selama proses operasi intelijen, sudah kita lakukan wawancara dengan pihak PJT, yang telah dihadiri secara sukarela oleh 4 dari 5 perusahaan yang kami undang."

"Yang hadir dan telah memberikan keterangan untuk membantu proses operasi intelijen adalah PT. PGT, PT. ESL, PT. SKK, dan PT. EPI sementara PT. CTA belum bisa hadir."

Baca Juga: Kamis Pon dengan Hitungan Jawa 15 Cenderung Berpikir dan Berbuat dalam Skala Besar

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X