Geger! Bupati Langkat Memiliki Penjara Pribadi untuk Pekerja Sawit, Netizen: Lah Kok Seperti Mafia

- Selasa, 25 Januari 2022 | 15:47 WIB
Ilustrasi. Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin. (tangkapan layar Twitter)
Ilustrasi. Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin. (tangkapan layar Twitter)

suaramerdeka.com Bupati Langkat, Sumatera Utara non aktif. Terbit Rencana Peranginangin, dikabarkan memiliki sel pribadi untuk memenjarakan para pekerja sawit.

Setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh pemberantas korupsi (KPK) dan kali ini menemukan sel pribadi untuk memenjarakan pekerja sawit.

Dugaan kepemilikan kerangkeng diungkap oleh Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat, Migrant Care, atas laporan yang diterima yakni adanya kerangkeng manusia serupa penjara (dengan besi dan gembok) di dalam rumah Terbit.

Baca Juga: Maura Magnalia Putri Nurul Arifin Meninggal Alami Serangan Jantung, Kenali Penyebab Sakit Jantung di Usia Muda

"Berdasarkan laporan yang diterima Migrant CARE, di lahan belakang rumah Bupati tersebut, ditemukan ada kerangkeng manusia yang dipekerjakan di kebun kelapa sawitnya mengalami eksploitasi," ujar Ketua Migrant Care Anis Hidayah dalam keterangannya, Senin, 24 Januari 2022.

Dugaan kepemilikian kerangkeng di belakang rumahnya pun menjadi sorotan di media sosial, bahkan sempat trending di Twitter. 

Dalam akun Twitter @mei_peseek memberikan cuitan beserta foto bahwa Bupati Langkat tersebut memenjarakan 27 orang untuk bekerja saat digeledah.

Baca Juga: Bingung Cari Antena TV Digital, Ini Rekomendasi 12 Antena TV Digital Terbaik Januari 2022

“Twitter Do Your Magic Bupati Langkat Punya Penjara Pribadi Isinya Pekerja Sawit, Habis Kerja Dikerangkeng Ada 27 orang di penjara saat penggeledahan rumah nya, Katanya sebagai tempat rehabilitasi, nyatanya tempat itu tak mengantongi izin Penjara atau kerangkeng tersebut dibuat di belakang rumah Bupati Langkat Banyak para pekerja di siksa oleh pengawal bupati.” Tulis @mei_peseek.

Dari cuitan tersebut menuai banyak komentar dari netizen yang menganggap bahwa Bupati tidak merampas hak asasi manusia dan merasa kecewa akan perlakuan tersebut.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X