Edy Mulyadi Diduga Menghina Kalimantan, Kesultanan Kutai Kartanegara Akan Kirim Jin Jika Tidak Minta Maaf

- Senin, 24 Januari 2022 | 11:46 WIB

KALTIM, suaramerdeka.com – Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur mendapat berbagai respon, ada yang mendukung dan tak sedikit pula yang menolak.

Edy Mulyadi, seorang wartawan senior ikut menyatakan penolakan terkait pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Penolakan Edy Mulyadi yang terekam dalam video tersebut diunggah di kanal YouTube miliknya pada Selasa, 18 Januari 2022 lalu.
Namun, tidak hanya menolak, Edy Mulyadi diduga menghina Kalimantan hingga dirinya menjadi sorotan di media sosial.

Baca Juga: Presiden Jokowi Kunjungan Kerja ke Sumsel, Grounbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara di Muara Enim

Dalam video itu, Edy Mulyadi mempertanyakan pihak mana saja yang ingin membangun perumahan di sana dan menyebutkan sejumlah nama perusahaan properti terkemuka di Indonesia.

“Pasarnya siapa? Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo, ngapain gue bangun di sana?” ujarnya.

Edy Mulyadi kemudian bertanya kepada pria yang duduk di sampingnya yang tinggal di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, apakah mau membeli rumah dan pindah ke Kalimantan.

Baca Juga: Kode Redeem FF Terbaru Ini Wajib Dimiliki, Jika Ingin Menikmati Item Reward Gratis

“Nggak ada. Nih, sampean tinggal di mana? Di mana Jakartanya? Mana mau dia tinggal di Gunung Sahari pindah ke Kalimantan, Penajam sana, untuk beli rumah di sana. Gua mau jadi warga ibu kota baru, mana mau?” ucapnya.

Pria di sebelah Edy Mulyadi tersebut kemudian menjawab pertanyaan itu dengan kalimat yang dinilai sebagai suatu penghinaan.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X