IDI Cemaskan Prokes saat Sekolah Tatap Muka, Kemendikbudristek: Kami Fokus Pengawasan

Red
- Jumat, 11 Juni 2021 | 13:36 WIB
Kegiatan sekolah tatap muka. (pikiran-rakyat.com) (Murdiyat Moko)
Kegiatan sekolah tatap muka. (pikiran-rakyat.com) (Murdiyat Moko)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Rencana sekolah tatap muka masih terus dipelajari oleh pihak-pihak terkait. Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan instruksi untuk mengadakan sekolah tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Meskipun tak menyangkal ingin sekolah tatap muka untuk dijalankan, IDI mengungkapkan kekhawatiran tentang penerapan protokol kesehatan jika sekiolah tatap muka dilaksanakan.

Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek, Mulyatsyah memberikan jawaban terkait kekhawatiran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) perihal sekolah tatap muka.

Baca Juga: Pembangunan Bandara JB Soedirman Diharap Berkontribusi Menumbuhkan Ekonomi

"Ini temuan yang sama, kami fokus pada penerapan pengawasan, itu yang paling penting. Apa pun SOP yang dilakukan, jika tidak diawasi, pasti jalannya jadi tidak bagus," ujar Mulyatsyah, dikutip dari katadata.co.id.

Mulyatsyah menuturkan dalam mendalami lagi wacana untuk sekolah tatap muka, ada panduan-panduan yang sedang dibahas untuk diterapkan.

Dalam menerapkan panduan tersebut, Mulyatsyah meminta adanya pengawasan dari semua pihak, tidak hanya dari sekolah maupun pemerintah, tetapi juga dari semua kalangan masyarakat termasuk orangtua siswa.

Baca Juga: Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, dari Kahumas Satgas Nemangkawi ke Kabidhumas Polda Jateng

"Dalam panduan tersebut, kami juga menyebutkan setiap sekolah membentuk tim satgas. Itu artinya ada satgas guru dan siswa yang memang ini diharapkan bagian dari kontrol pengawasan tadi," kata pria yang akrab disapa Mul itu.

Meskipun sudah dibentuk tim satgas, Mul mengatakan bahwa pengawasan oleh tim yang terbentuk tidak cukup.

Perlu adanya pengawasan dari pihak-pihak lain seperti stakeholder terkait untuk melakukan mitigasi bersama.

"Jadi esensi pengawasan itu juga menjadi konsen bagi Kemendikbud. Inilah kami ada dimana saja, dari seluruh jajaran dinas pendidikan untuk menyampaikan hal-hal bagaimana pembelajaran itu dilakukan selama pandemi ini . Jika opsi pembelajaran tatap muka dipilih, pengawasan itu menjadi kunci penting," tuturnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X