Kajian UGM dan UI, 62,5 Persen Keluarga Korban Meninggal Karena Kecelakaan Mengalami Pemiskinan

- Senin, 17 Januari 2022 | 23:42 WIB
Kajian UGM dan UI, sebanyak 62,5 persen keluarga korban meninggal karena kecelakaan mengalami pemiskinan. (foto: dok PT Jasa Raharja)
Kajian UGM dan UI, sebanyak 62,5 persen keluarga korban meninggal karena kecelakaan mengalami pemiskinan. (foto: dok PT Jasa Raharja)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Berdasarkan kajian Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI), 62,5 persen keluarga korban yang meninggal dunia mengalami pemiskinan.

Sementara 20 persen keluarga yang mengalami luka berat mengalami pemiskinan.

Hal ini mengingat 48 persen para korban laka berusia produktif, yakni 20-49 persen.

Baca Juga: Ada Apa dengan Cinta, Ramalan 3 Zodiak Ini Penuh KIsah Tangis Pilu

Sementara itu, dalam 3 tahun terakhir, 2018 hingga September 2021, korban laka
mencapai 481.034 jiwa, dengan mayoritas berusia produktif (26-55 tahun) dan lansia (di atas 55 tahun), berjenis kelamin laki-laki, dan mayoritas berprofesi pelajar dan wiraswasta.

Dari sisi jenis kendaraan yang mendominasi dan terlibat kecelakaan adalah sepeda motor, truk/angkutan barang, mobil penumpang pribadi, dan baru angkutan umum (darat/laut/udara).

Sesuai dengan komitmen Jasa Raharja yang terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, melakukan inovasi dan transformasi digital serta pelayanan yang mudah cepat dan tepat, hingga November 2021, Jasa Raharja telah memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas sebesar Rp 2,15 triliun untuk 94.895 korban kecelakaan dengan rincian 22.731 korban meninggal dunia dan 72.164 korban luka-luka.

Baca Juga: Jangan Bingung Jika Gambar TV Mu Bersemut dan Bergaris, Setel Ulang TV Digital dengan Panduan Ini

PT Jasa Raharja yang tergabung grup Holding Perasuransian dan Penjaminan (Indonesia Financial Group/IFG) senantiasa berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat, dan tepat sebagai perwujudan negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan.

Sementara pentingnya tertib dan selamat dalam berlalu lintas harus dipahami dan dilakukan sehari-hari oleh masyarakat. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat tidak memperhatikan keselamatan dalam berkendara.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X