Bahaya Jual NFT Pakai Foto KTP, Ini Penjelasan Dirjen Dukcapil

- Senin, 17 Januari 2022 | 21:21 WIB
Salah satu cryptocurency yang berkembang pesat saat ini adalah non fungible token (NFT) sehingga tak heran bila NFT telah menjadi sasaran para pelaku kejahatan siber. (Instagram non_fungible_token_ita)
Salah satu cryptocurency yang berkembang pesat saat ini adalah non fungible token (NFT) sehingga tak heran bila NFT telah menjadi sasaran para pelaku kejahatan siber. (Instagram non_fungible_token_ita)


JAKARTA, suaramerdeka.com - NFT atau non fungible token berupa foto selfie Ghozali Everyday yang meraup miliyaran rupiah sempat viral beberapa hari lalu.

NFT sendiri memiliki fungsi seperti sertifikat digital yang menujukkan terhadap suatu karya seni yang bisa diperjualbelikan di pasar daring atau marketplace.

Zudan Arif Fakrullah Direktur Jenderal Kepundudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementrian Dalam Negeri mengingatkan bahaya mengunggah NFT berupa foto KTP.

Baca Juga: 'The Red Sleeve' Semarakkan Tahun Baru Imlek, Dua Poster Terbaru Dirilis

"Menjual foto dokumen kependudukan dan melakukan foto selfie dengan dokumen KTP-el di sampingnya itu sangat rentan dengan adanya tindakan fraud atau penipuan atau kejahatan oleh 'pemulung data'," kata Zudan di kutip dari pikiran-rakyat.com.

Pelaku kejahatan menggunakan foto dokumen kependudukan berisi informasi data diri disebut penipuan. Informasi pribadi juga dapat dijual melalui situs gelap.

"Karena data kependudukan itu dapat dijual kembali di pasar underground atau digunakan dalam transaksi ekonomi online, misalnya seperti pinjol," katanya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Baca Juga: Murah Hati dan Disegani, Weton Kamis Pahing Bakal Banyak Rezeki di Tahun 2022

Oleh karena itu, Zudan menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudah dalam menampilkan data pribadi di media online manapun.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X