Lonjakan Kasus Kian Meningkat, Pemerintah Prediksi Puncak Gelombang Omicron Pertengahan Februari

- Senin, 17 Januari 2022 | 18:10 WIB
varian Omicron tidak bergejala, Kemenkes minta masyarakat taat prokes.  (foto: pikiran rakyat)
varian Omicron tidak bergejala, Kemenkes minta masyarakat taat prokes. (foto: pikiran rakyat)

 

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kasus penyebaran varian Omicron di Indonesia kian melonjak pertambahan tiap harinya.

Pemerintah memperkirakan puncak gelombang kenaikan kasus Omicron di Indonesia akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret berdasarkan dampak dari kenaikan kasus Omicron yang terjadi di seluruh dunia.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merinci mayoritas kenaikan kasus Omicron di dunia terjadi dalam kurun waktu yang sangat cepat dan singkat, berkisar antara 35 hingga 65 hari.

Baca Juga: Terbaru! Ini Daftar Siaran TV Digital untuk Wilayah Banyumas (Jateng7), Buruan Cek!

“Di Indonesia kita mengidentifikasi kasus pertama pada pertengahan Desember, tapi kasus mulai naiknya di awal Januari. Kita hitung antara 35-65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi. Itu yang memang harus dipersiapkan oleh masyarakat,” kata Menkes dalam konferensi pers Minggu, 16 Januari 2022.

Wilayah DKI Jakarta dan Bodetabek diperkirakan menjadi daerah pertama yang akan mengalami lonjakan kasus.

Mengingat dari hasil identifikasi Kemenkes, mayoritas transmisi lokal varian Omicron terjadi di DKI Jakarta, dan diperkirakan dalam waktu dekat juga akan meluas ke wilayah Bodetabek.

Baca Juga: Ini Spesifikasi PC/Laptop untuk Main Game Internet Cafe Simulator 2 yang Banyak Digandrungi Youtuber

Mengingat secara geografis daerah-daerah tersebut berdekatan dan mobilitas masyarakatnya sangat tinggi.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Heboh! Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Kamis, 8 Desember 2022 | 16:55 WIB
X