Kemenag Hentikan Sementara Penerbangan Jemaah Umrah, Evaluasi Skema OGP

- Senin, 17 Januari 2022 | 14:08 WIB
Kemenag sementara menghentikan penerbangan Umrah. (foto: freepik) (Freepik/Freepik)
Kemenag sementara menghentikan penerbangan Umrah. (foto: freepik) (Freepik/Freepik)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Setelah kembali dibuka penerbangan jemaah umrah pada 08 Januari 2022 lalu, dengan memberangkatkan sebanyak delapan kali dengan jumlah sekitar 1.731 jemaah melalui Asrama Haji Embaraksi Pondok Gede Jakarta. kini Kementrian Agama (Kemenag) hentikan sementara penerbangan jemaah umrah untuk melakukan evaluasi skema One Gate Policy (OGP).

Naiknya kasus Omicron di Indonesia dan Arab Saudi, memaksa Kementrian Agama (Kemenag) melakukan tindakan guna mengantisipasi persebaran Omicron masuk ke Indonesia. Yaitu dengan menutup sementara penerbangan jemaah umrah dimulai Sabtu, 15 Januari 2022 lalu.

“Kami akan mengkaji konsep OGP secara menyeluruh dengan melihat perkembangan yang terjadi, di saat virus Omicron makin berkembang di beberapa negara termasuk Indonesia dan Arab Saudi,” ujar Hilman, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag.

Baca Juga: Viral Video Kuburan Upin dan Ipin Beredar di Media Sosial, Warganet Mengaitkan dengan Cerita Kartun

Skema OGP yang ditetapkan dengan mewajibkan seluruh jemaah umrah yang baru saja tiba di Asrama Haji Pondok Gede langsung melakukan screening kesehatan dan kelengkapan dokumen.

“Jemaah umrah akan diberangkatkan sampai tanggal 15 Januari 2022, dan kita coba hentikans sementara dalam rangka evaluasi,” lanjut Hilman.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag ini juga menjelaskan bahwa jemaah yang sudah berangkat pada 8 Januari 2022 lalu akan kembali ke Tanah Air pada 17 Januari 2022 mendatang.

Baca Juga: Rest Area Jalan Tol Akan Dibangun Fasilitas Penginapan, Durasi Menginap Maksimal 12 Jam

Setelah kloter pertama tiba, pemerintah akan melakukan evaluasi guna mengantisipasi jamaah yang terpapar Omicron.

“Kami hanya mendorong Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk lebih perlahan mengirim jemaah, jangan terlalu banyak, jangan dilakukan secara dadakan dan kami akan mengumumkan hasil evaluasi,” tambah Hilman. (mg30)

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X