Waspada Varian Omicron Mulai Naik Kasus karena Tansmisi Lokal

- Senin, 17 Januari 2022 | 12:24 WIB
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto (suaramerdeka.com/dok ekon.go.id)
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto (suaramerdeka.com/dok ekon.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Perkembangan penyebaran kasus varian Omicron di Indonesia, per 15 Januari 2021 terjadi tren kenaikan kasus dan mulai naiknya kasus karena transmisi lokal.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kasus varian Omicron masih didominasi oleh PPLN (78,75 persen) dan paling banyak adalah pelancong yang baru kembali dari Turki.

Belajar dari Afrika Selatan dan Inggris, waktu menuju puncak gelombang varian Omicron adalah 37 dan 42 hari.

Meskipun angka kasus tinggi, angka kematian akibat varian Omicron cukup rendah.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 17 Januari 2022: Libra Nikmati Body Goals, Sagitarius Selesaikan Proyek Besar

“Puncak kasus Omicron diperkirakan mulai terjadi pada akhir Januari atau awal Februari 2022. Lebih kurang 40 hari sejak kasus mulai naik," kata Airlangga Hartarto.

"Maka itu, arahan Bapak Presiden meminta kita sebaiknya tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, kalau tidak ada hal yang urgent,” kata Airlangga Hartarto, dalam Keterangan Pers usai Ratas Evaluasi PPKM, secara virtual, Minggu, 16 Januari 2022.

Kasus aktif Covid-19 per 15 Januari 2022 sebesar 8.463 kasus atau naik 92,38 persen dari kasus per 1 Januari 2022 yakni 4.399 kasus.

Proporsi Kasus Aktif dari Luar Jawa-Bali sebesar 23,0 persen (1.944 kasus dari 8.458 kasus nasional).

Baca Juga: Kritik Shin Tae-yong, Haruna Soemitro Banjir Kecaman dari Netizen

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X