Belajar dari Lonjakan Varian Delta, Pemerintah Harus Tanggap dengan Perbaikan Menghadapi Omicron

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:49 WIB
Belajar dari kasus varian Delta, pemerintah harus tanggap dengan perbaikan menghadapi Omicron. (foto: pikiran rakyat)
Belajar dari kasus varian Delta, pemerintah harus tanggap dengan perbaikan menghadapi Omicron. (foto: pikiran rakyat)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kasus Covid-19 hingga saat ini belum menemui titik akhir. Varian Delta pada Juli 2021 menyebabkan angka Covid-19 semakin meningkat.

Kasus Omicron yang digadang-gadang akan jauh lebih cepat dan banyak yang terpapar membuat semua masyarakat waspada.

Oleh sebab itu belajar dari lonjakan Delta yang pernah terjadi di Indonesia, pemerintah diminta untuk lebih tanggap dengan perbaikan yang singnifikan menghadapi lonjakan kasus covid-19 varian Omicron.

Baca Juga: Aktivitas Gunung Semeru Belum Turun, Potensi Awan Panas Masih Tinggi

Kurniasih Mufidayati, Anggota Komisi IX Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) mengatakan, krisis kesehatan akibat varian delta pada 2021 harus menjadi pelajaran untuk perbaikan menghadapi Omicron.

“Dari 414 kasus ada dua yang kategori sedang hingga butuh bantuan oksigen. Meski disebut lebih ringan tapi tetap saja itu gejala yang memerlukan perawatan” ungkapnya.

Kurniasih Mufidayati juga meminta agar semua kesiapan harus dilakukan untuk menghadapi jika terjadi kasus Omicron gelombang tiga.

Baca Juga: Masih Level Siaga, Peta KRB Gunung Semeru Dimutakhirkan PVMG

Seperti yang telah diumumkan, bahwa pasien Omicron akan diarahkan perawatannya agar dilakukan di rumah atau mandiri.

Maka dengan hal ini meskipun diutamakan perawatan sendiri/ mandiri, kesiapan obat-obatan dan telemedicine harus siap dan memadai.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X