Kekerasan Seksual Terhadap Santriwati, HW Dituntut Hukuman Mati dan Kebiri

- Selasa, 11 Januari 2022 | 15:31 WIB
wajah Herry Wirawan yang diberitakan babak belur, menurut Kepala Rutan Bandung, Riko Stiven tidak ada cacat apapun. (foto: pikiran rakyat)
wajah Herry Wirawan yang diberitakan babak belur, menurut Kepala Rutan Bandung, Riko Stiven tidak ada cacat apapun. (foto: pikiran rakyat)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Jaksa menuntut terdakwa Herry Wirawan dengan pidana mati dan kebiri sebagai hukuman tambahan atas perbuatannya mencabuli belasan santriwati di PN Bandung, Selasa, 11 Januari 2022.

Menurut JPU, Asep Nana Mulyana, sejumlah pertimbangan dan fakta-fakta persidangan menjadi dasar tuntutan.

Di antaranya perbuatan terdakwa terhadap 13 santriwati ini dikategorikan kekerasan seksual yang termasuk sebagai kejahatan sangat serius.

Kekerasan seksual tersebut dilakukan pula secara terus-menerus dan sistemik. Dampak dari perbuatan itu disebut telah menghadirkan keresahan sosial.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Kritik Impian Kinan Ke Cappadocia di Serial Layangan Putus

Tak hanya itu, terdakwa dianggap telah menjadikan dalih agama dan pendidikan demi merealisasikan niat jahatnya.

"(Dengan pertimbangan tersebut), kami menuntut terdakwa dengan hukuman mati," katanya usai persidangan yang berlangsung tertutup. Herry Wirawan sendiri dihadirkan langsung guna mendengarkan tuntutan tersebut.

Ditegaskan, tuntutan hukuman mati itu merupakan komitmen guna memberikan efek jera bagi pelaku dan pihak-pihak yang melakukan kejahatan serupa.

Pasal yang dijeratkan adalah Pasal 81 ayat 1, 3, dan 5 juncto pasal 76 huruf d UU Perlindungan Anak.

Baca Juga: Skuad Mulai Lengkap, PSIS Percaya Diri Hadapi Persiraja

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X