Sering Gangguan, Sistem Persinyalan KA Lintas Cikampek Diperbarui

- Selasa, 21 Desember 2021 | 15:20 WIB
Kereta api melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu di Cibiyuk. (suaramerdeka.com/Ali Basarah)
Kereta api melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu di Cibiyuk. (suaramerdeka.com/Ali Basarah)



BANDUNG, suaramerdeka.com - Kerap menghadirkan gangguan perjalanan karena sudah tua, sistem persinyalan kereta api di lintas jalur ganda Cikarang-Cikampek diperbarui dengan level tertinggi.

Proyek switch over itu dilakukan pada pekan lalu ditandai pengaktifan persinyalan baru SiLSafe 4000 sekaligus menonaktifkan persinyalan lama, Solid State Interlocking (SSI).

Menurut Executive Vice President Engineering Len Railways System (LRS), Sjaikhunnas El Muttaqien, rentang waktu yang diberikan untuk pergantian interlocking pun sangat menantang. Terlebih, jalur utara termasuk lintas operasional yang paling padat.

Baca Juga: Sinopsis Episode 6 'Our Beloved Summer': Akan Ada Titik Balik Hubungan Woong dan Yeon Soo?

"Waktu yang disediakan hanya 30 menit saja, itu dimulai sejak pukul 23.25 hingga 23.55 Wib. Tiga puluh menit tersebut merupakan fase kritis bagi 7 stasiun yang tercakup dalam sistem antara Lemahabang-Cikampek," tandasnya dalam keterangan yang diterima Selasa (21/12).

Karenanya tahapan tersebut memerlukan strategi jitu dan man power yang cukup dalam memastikan pergantian ambil alih sistem secara mulus dari yang lama menuju sistem baru. Jadi slot tersebut, sebelum pergantian hari, korespondensi sistem itu bisa langsung melayani perjalanan KA.

Ke-8 stasiun yang mengalami penggantian sistem yang dikerjakan sejak Desember 2020 itu yakni Stasiun Cikarang, Lemahabang, Kedunggede, Karawang, Klari, Kosambi, Dawuan, hingga Cikampek.

Baca Juga: Artis SM Entertainment Kolaborasi Remake ‘Hope from KWANGYA’ di Album ‘2021 Winter SMTOWN’

Pergantian harus dilakukan mengingat interlocking yang ada saat ini sudah berada di titik maksimum untuk pengembangan dan juga perluasan fasilitas operasi karena keterbatasan kapasitas memori.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X