Mulai Agustus 2021, Siaran Televisi Analog Akan Dimatikan

- Jumat, 11 Juni 2021 | 11:45 WIB
Televisi. (suaramerdeka.com / dok)
Televisi. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi akan melakukan penghentian siaran televisi analog secara bertahap dalam kurun waktu Agustus 2021 hingga November 2022.

Program migrasi siaran tv analog ke digital atau analog switch off (ASO) merupakan program nasional.

“Tahap pertama paling lambat tanggal 17 Agustus tahun 2021, ini waktu setempat. Jadi, tanggal 17 Agustus ke depan, TV analog sudah tidak bisa digunakan lagi, karena itu harus beralih ke TV digital,”  kata Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Publik, Rosarita Niken Widiastuti dalam Webinar Sosialisasi TV Digital – Dukung Migrasi TV Digital Indonesia, di Cilegon, Banten, Kamis (10/6).

Baca Juga: MMKSI Hadirkan Produk Edisi Spesial di Berbagai Area di Jabodetabek

Menurut Stafsus Niken, tahap kedua paling lambat tanggal 31 Desember 2021, tahap ketiga tanggal 31 Maret 2022.

Lalu, tahap keempat tanggal 17 Agustus 2022, dan tahap kelima paling lambat tanggal 2 November 2022.

Kelima tahapan penghentian siaran TV analog itu dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan peraturan turunannya.

Niken mengatakan Pemerintah telah menerbitkan peraturan turunan undang-undang Cipta Kerja yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran, serta ketentuan lebih teknis yang diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Baca Juga: Kunjungi Bandara JB Soedirman, Jokowi: Ini Bagus, Saya Senang

‘’Sehingga, dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang penyiaran tersebut, maka ditetapkan tahapan penghentian siaran televisi analog sebagaimana yang disampaikan di atas,” jelasnya.

Stafsus Niken Widiastuti menjelaskan migrasi penyiaran televisi terestrial dari teknologi analog ke teknologi digital merupakan program nasional sesuai amanat UU Cipta Kerja untuk klaster Penyiaran Pasal 72 angka 8.

“Program ASO adalah usaha yang berskala nasional dan melibatkan rantai ekonomi lintas industri mulai dari penyiaran, elektronika, perdagangan, media sampai dengan telekomunikasi dan ekonomi digital,” ujarnya.

Baca Juga: Program BLT Desa Berlanjut, Fokus untuk Redam Kemiskinan

Menurut Stafsus Menkominfo, implementasi sistem penyiaran digital akan menghasilkan efisiensi spektrum frekuensi radio pada pita 700 MHz yang saat ini seluruhnya digunakan hanya untuk siaran televisi analog.

“Dengan siaran digital, maka akan terjadi penghematan frekuensi radio yang dapat digunakan untuk peningkatan kualitas layanan internet seluler atau yang dikenal dunia dengan istilah digital dividend,” katanya.

Mengutip Boston Consulting Group di tahun 2017, Niken menjelaskan lembaga tersebut mengestimasi multiplier effect yang akan dihasilkan apabila Indonesia mengalihkan Digital Dividend untuk internet pita lebar, maka dalam 5 tahun dapat menghasilkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) sampai RP 443,8  triliun.

“Dan juga pajak dan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) mencapai Rp 77T, serta yang tak kalah penting adalah penciptaan 232 ribu lapangan pekerjaan baru dan 181 ribu unit usaha baru,” jelasnya.

Peluang ini yang menjadi motivasi bagi seluruh dunia untuk menerapkan sistem penyiaran digital untuk memaksimalkan peluang ekonomi digital.

Stafsus Menkominfo itu menjelaskan tujuan sistem penyiaran digital mencakup efisiensi penggunaan spektrum frekuensi, efisiensi infrastruktur industri penyiaran, peningkatan kualitas siaran, dan mempertahankan diversity of ownership,

“Kemudian, menumbuhkan industri konten (Diversity of Content), Digital Dividend (untuk broadband, kebencanaan/PPDR (Public Protection and Disaster Relief) dan menuju persaingan dunia penyiaran secara global dapat ditingkatkan pada masa Kerja sama ASEAN ke depannya dan dunia Internasional yang lebih besar nantinya,” katanya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK Fasilitasi Vaksinasi Industri Jasa Keuangan 

Kamis, 5 Agustus 2021 | 23:57 WIB

Pengendalian Covid-19 Butuh Kesadaran Individu

Kamis, 5 Agustus 2021 | 18:55 WIB

Bantuan untuk Pekerja Tidak Boleh Molor

Kamis, 5 Agustus 2021 | 12:34 WIB
X