Mulai Agustus 2021, Siaran Televisi Analog Akan Dimatikan

- Jumat, 11 Juni 2021 | 11:45 WIB
Televisi. (suaramerdeka.com / dok)
Televisi. (suaramerdeka.com / dok)

Stafsus Niken Widiastuti menjelaskan migrasi penyiaran televisi terestrial dari teknologi analog ke teknologi digital merupakan program nasional sesuai amanat UU Cipta Kerja untuk klaster Penyiaran Pasal 72 angka 8.

“Program ASO adalah usaha yang berskala nasional dan melibatkan rantai ekonomi lintas industri mulai dari penyiaran, elektronika, perdagangan, media sampai dengan telekomunikasi dan ekonomi digital,” ujarnya.

Baca Juga: Program BLT Desa Berlanjut, Fokus untuk Redam Kemiskinan

Menurut Stafsus Menkominfo, implementasi sistem penyiaran digital akan menghasilkan efisiensi spektrum frekuensi radio pada pita 700 MHz yang saat ini seluruhnya digunakan hanya untuk siaran televisi analog.

“Dengan siaran digital, maka akan terjadi penghematan frekuensi radio yang dapat digunakan untuk peningkatan kualitas layanan internet seluler atau yang dikenal dunia dengan istilah digital dividend,” katanya.

Mengutip Boston Consulting Group di tahun 2017, Niken menjelaskan lembaga tersebut mengestimasi multiplier effect yang akan dihasilkan apabila Indonesia mengalihkan Digital Dividend untuk internet pita lebar, maka dalam 5 tahun dapat menghasilkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) sampai RP 443,8  triliun.

“Dan juga pajak dan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) mencapai Rp 77T, serta yang tak kalah penting adalah penciptaan 232 ribu lapangan pekerjaan baru dan 181 ribu unit usaha baru,” jelasnya.

Peluang ini yang menjadi motivasi bagi seluruh dunia untuk menerapkan sistem penyiaran digital untuk memaksimalkan peluang ekonomi digital.

Stafsus Menkominfo itu menjelaskan tujuan sistem penyiaran digital mencakup efisiensi penggunaan spektrum frekuensi, efisiensi infrastruktur industri penyiaran, peningkatan kualitas siaran, dan mempertahankan diversity of ownership,

“Kemudian, menumbuhkan industri konten (Diversity of Content), Digital Dividend (untuk broadband, kebencanaan/PPDR (Public Protection and Disaster Relief) dan menuju persaingan dunia penyiaran secara global dapat ditingkatkan pada masa Kerja sama ASEAN ke depannya dan dunia Internasional yang lebih besar nantinya,” katanya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X