UGM Pasang 10 EWS Gempa di Pesisir Pulau Jawa

- Jumat, 11 Juni 2021 | 10:56 WIB
Oeneliti gempa dari UGM Prof Ir Sunarno MEng PhD/Foto Istimewa
Oeneliti gempa dari UGM Prof Ir Sunarno MEng PhD/Foto Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) belum lama ini menyampaikan hasil pemodelan gempa bumi dan tsunami yang kemungkinan bisa terjadi di Jawa Timur.

Pantai selatan provinsi tersebut potensial terguncang gempa dengan magnitudo 8,7 bahkan dengan ancaman ketinggian gelombang tsunami mencapai 29 meter.

Potensi gempa dan tsunami yang dihitung berdasarkan data-data dan sejarah gempa di pesisir selatanJawa yang pernah terjadi di masa lalu.

Baca Juga: Nota Kesepakatan Pembatasan Kegiatan Hajatan Warga Ditandatangani, Berlaku Hingga 30 Juni

Melihat potensi ancaman tersebut, peneliti gempa dari UGM Prof Ir Sunarno MEng PhD melakukan langkah antisipasi memasang sepuluh stasiun pemantau gempa di sepanjang pesisir pulau Jawa untuk memprediksi gempa tiga hari sebelum kejadian sehingga bisa dilakukan mitigasi bencana. peneliti gempa dari UGM Prof Ir Sunarno MEng PhD

''Saat ini kami sedang membuat sepuluh modul stasiun pemantau EWS gempa, yang akan kami pasang sepanjang pulau Jawa sisi Selatan, untuk pengembangan algoritma triangulasi pusat gempa,'' ungkap Sunarno, di kampusnya, kemarin.

Alat EWS yang dipasang selain bisa memprediksi kejadian gempa juga dapat memperhitungkan prediksi lokasi pusat gempa.

Baca Juga: Beli Bakso di Semarang Tak Perlu Uang Cash, Ini Caranya!

Ia menjelaskan alat EWS sekarang dalam tahap pengembangan selain perbaikan penyempurnaan teknologi. Tim juga sedang dalam proses pengembangan algoritma penentuan pusat gempa yang akan terjadi.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X