Penembakan di PETI Bolmong, Kapolda Sulut Diminta Ikuti Arahan Presiden Joko Widodo

- Rabu, 8 Desember 2021 | 14:37 WIB
Presiden Joko Widodo dalam cara Pengarahan kepada Kasatwil Tahun 2021, Bali, Jumat 3 Desember 2021. (BPMI Setpres / Laily Rachev)
Presiden Joko Widodo dalam cara Pengarahan kepada Kasatwil Tahun 2021, Bali, Jumat 3 Desember 2021. (BPMI Setpres / Laily Rachev)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta kepada jajaran Kepolisian untuk melindungi dan membantu yang lemah, utamanya kelompok masyarakat yang terpinggirkan dalam masalah hukum.

“Saya ingin titip juga lindungi dan bantu yang lemah. Yang biasanya terpinggirkan dalam hukum,” demikian peringatan yang disampaikan Jokowi dalam apel Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Polri dan TNI di Bali, pekan lalu.

Terkait hal itu, Sekretaris Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jeffrey Massie meminta Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti arahan Presiden Joko Widodo menuntaskan kasus penembakan warga di area PT Bulawan Daya Lestari (BDL), Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

"Presiden Joko Widodo tegas mengingatkan jajaran Kepolisian agar segera menyelesaikan masalah hukum, terutama melindungi yang lemah. Untuk itu, kami minta Kapolda Sulut agar mengikuti arahan Presiden tersebut atas kasus penembakan warga di area PT BDL," ujarnya.

Baca Juga: Bertemu Ridwan Kamil di Gempita Budaya, Ini Pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada Ridwan Kamil

Penembakan terjadi pada Selasa 28 September 2021, saat warga melakukan protes terhadap pertambangan emas tanpa izin (PETI) di lokasi PT BDL dan telah mengakibatkan satu warga Desa Toruakat tewas ditembak oleh penjaga perusahaan.

Warga melayangkan protes karena aktivitas pertambangan tanpa izin yang dilakukan Jimmy Inkiriwang atas persetujuan Yance Tanesia di lahan PT BDL sudah masuk ke wilayah perkebunan milik kelola warga.

"Kami meminta Kapolda Sulut dapat mengungkap aktor intelektual di balik penembakan saudara kami Armanto Damapolii."

"Jangan sampai kepercayaan publik terhadap Polri menurun akibat penanganan kasus yang menimpa masyarakat kecil seperti ini tidak di usut tuntas, karena saya memiliki bukti perjanjian kerja sama antara Yance Tanesia dan Jimmy Inkiriwang secara tertulis yang disahkan oleh notaris," ungkapnya.

Baca Juga: CDC Ungkap Indonesia Berisiko Rendah Penularan Covid-19, Kemenkes: Berada pada Jalur yang Tepat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kecelakaan Maut Balikpapan, Begini Kronologinya

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:44 WIB

Jateng Borong Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:59 WIB

Berikut 184 Pemenang Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:55 WIB

RK-Khofifah Makin Mesra Bangun Simbiosis Jabar-Jatim

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:59 WIB
X