Peta KRB Semeru Bakal Diperbarui, Pemda Buka Opsi Relokasi

- Selasa, 7 Desember 2021 | 19:30 WIB
ILUSTRASI. Erupsi Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur. (Istimewa/Tangkapan Layar)
ILUSTRASI. Erupsi Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur. (Istimewa/Tangkapan Layar)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menyusul kasus jangkauan awan panas guguran yang meluncur sejauh 11 Km, PVMBG menyatakan peta kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Api Semeru (3.676 mpdl) bakal diperbarui.

"Kita update, kita petakan lagi KRB-nya, sehingga bisa dijadikan acuan dalam penanganan ke depan," kata Kepala PVMBG, Andiani saat menggelar keterangan secara daring, Selasa (7/12) petang.

Penanganan itu termasuk untuk menentukan kawasan aman bagi aktivitas, termasuk kawasan yang boleh ditinggali masyarakat. Kejadian Sabtu (4/12) lalu juga membuat Pemda setempat mulai membuka opsi relokasi.

Baca Juga: Babak Pertama, PSIS Unggul 2-0 Atas Persita Tangerang

Andiani mengaku pihaknya sudah diajak rembukan untuk membahas persoalan tersebut. Hanya saja, pihaknya akan menyelesaikan terlebih dahulu pembaruan peta KRB tersebut.

"Kita akan membuat petanya lebih detail, dari skala 50 ribu menjadi 25 ribu, jadi kita siapkan dan begitu beres disampaikan ke daerah," katanya.

Tim PVMBG, katanya, sudah terjun ke bekas jalur luncuran awan panas guguran di kawasan Besuk Kobokan. Mereka akan memetakan rincian atas temuan-temuan pendukung sehingga bisa menjadi dasar kuat untuk melakukan perubahan tersebut.

Baca Juga: Dukung Mitigasi Erupsi Gunung Semeru, BMKG Pasang Dashboard Khusus Cuaca

Pekerjaan itu seiring dengan tugas pengamatan yang terus dilakukan secara intensif pasca letusan berikut awan panas guguran yang kemudian diketahui memakan korban jiwa. Hingga Selasa kemarin, pihaknya mencatat kejadian awan panas guguran masih berlangsung.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X