Mencuri Uang Negara, Heru Hidayat Dipidana Mati dan Denda Rp 12,6 Triliun

- Selasa, 7 Desember 2021 | 13:14 WIB
Heru Hidayat. (foto: bekasi.pikiran-rakyat.com)
Heru Hidayat. (foto: bekasi.pikiran-rakyat.com)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Heru Hidayat, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera dipidana mati oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor, Jakarta pada Senin, 6 Desember 2021.

Heru Hidayat terbukti mencuri uang negara sebesar Rp22,7 triliun bersama dengan mantan Direktur Utama ASABRI Adam Damiri, Sonny Widjaja dan beberapa pihak lainnya.

"Terdakwa mendapat keuntungan yang di luar nalar kemanusiaan dan mencederai rasa keadilan masyarakat," ujar jaksa.

Baca Juga: Banjir Menerjang Sejumlah Wilayah di Indonesia, Ini Wilayahnya

Heru Hidayat menerima uang sebesar Rp 12,6 triliun, Sonny Widjaja sebesar Rp 64,5 miliar, Ilham Wardhana Bilang Siregar sekitar Rp 241,7 miliar, dan Adam Rahmat Damiri menerima sebesar Rp 17,9 miliar.

Selain itu, Heru Hidayat terbukti melakukan pencucian uang (TPPU). Ia mendapat keuntungan tidak sah dari pengelolaan saham PT ASABRI sekitar Rp 12,6 triliun yang disamarkan Heru dengan membeli aset.

Jaksa juga menuntut Heru Hidayat untuk mengembalikan uang pengganti atau denda senilai Rp 12,6 triliun. Jika Heru tidak membayar uang pengganti setelah satu bulan pambacaan putusan, maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Baca Juga: Simpati dan Doa Warganet untuk Alm Novia Widyasari: Tenang di Surga ya Nov

"Membebankan ke terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 12.643.400.946.225," kata jaksa.

Kasus korupsi ASABRI ini melibatkan delapan orang terdakwa yang telah merugikan negara sebanyak Rp 22,4 triliun.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X