Bangun Kesadaran Masyarakat di Daerah Rawan Bencana, Cegah Korban Jiwa

- Senin, 6 Desember 2021 | 19:00 WIB
Lava pijar Gunung Semeru (suaramerdeka.com /instagram @bbtnbromotenggersemeru)
Lava pijar Gunung Semeru (suaramerdeka.com /instagram @bbtnbromotenggersemeru)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Pelatihan tanggap darurat yang konsisten bagi masyarakat di kawasan rawan bencana penting dilakukan, menghindari terjadinya korban jiwa saat bencana alam terjadi.

Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan pada periode 1 Januari sampai 18 November 2021 terjadi 2.461 bencana di Indonesia.

"Para pemangku kepentingan harus konsisten membangun kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar memahami pentingnya langkah-langkah tanggap darurat saat terjadi bencana," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 Desember 2021.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru, PVMBG Ingatkan Proses Evakuasi di Bekas Jalur Awan Panas Guguran

Berdasarkan catatan tersebut, Lestari berharap, para pemangku kepentingan di pusat dan daerah selalu mengedepankan upaya antisipatif dalam menghadapi ancaman bencana alam untuk menghindari timbulnya korban.

Langkah antisipasi yang bisa dilakukan antara lain memberi pengetahuan dan pemahaman yang cukup kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan bencana, terkait sejumlah tindakan yang harus segera dilakukan bila terjadi bencana alam.

Selain itu, jelas Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu, membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem peringatan dini yang diterapkan juga penting, sehingga cukup waktu bagi masyarakat untuk menghindari dampak bencana yang lebih parah.

Baca Juga: Jelang Pekan 16, Posisi PSIS Melorot dari Lima Besar

"Sejumlah informasi yang bisa dipakai untuk mendukung upaya mengantisipasi bencana alam harus selalu tersedia serta mudah dipahami masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam mengantisipasi ancaman bencana alam," ujarnya.

Lestari berharap, di negeri yang dikelilingi rangkaian gunung berapi ini, kolaborasi para pemangku kepentingan yang berperan sebagai penyedia informasi cuaca dan ancaman bencana alam, serta pengorganisasian elemen masyarakat dalam mengantisipasi bencana alam, berjalan dengan baik.



Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X