Rektorat Unsri Tak Penuhi Panggilan Soal Kasus Pelecehan Seksual, DPRD Sumsel Kesal

- Senin, 6 Desember 2021 | 14:31 WIB
foto ilustrasi Pelecehan Seksual (Sumber: Pixabay/Alexas_Fotos)
foto ilustrasi Pelecehan Seksual (Sumber: Pixabay/Alexas_Fotos)


SUMATERA SELATAN, suaramerdeka.com – Pihak rektorat Universitas Sriwijaya (Unsri) tidak hadir dalam rapat dengar pendapat terkait kasus pelecehan seksual yang dilaporkan oleh empat mahasiswinya sehingga membuat DPRD Sumatera Selatan kesal.

“Kami tunggu kehadiran Rektorat Unsri, tapi mereka tidak hadir. Padahal rapat dengar pendapat ini dilakukan agar tidak ada kesimpangsiuran. Mereka berdalih sudah melakukan rapat internal mencari solusi permasalahan ini sehingga tidak hadir,” kata Ketua DPRD Sumatera Selatan, Anita Noeringhati pada Senin, 06 Desember 2021.

Anita mengatakan DPRD terus memberikan dukungan pada Polda Sumsel agar terus menyelidiki kasus tersebut sehingga para dosen pelaku pelecehan tersebut bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Tepis Kabar Dirinya Anggota Dewan, Ayah Randy Bagus: Saya Cuma Tengkulak Gabah

Ia menduga ada suatu tindakan dari rektorat Unsri yang ingin menyelesaikan kasus ini secara internal, sehingga dugaan tersebut harus dicegah.

“Untuk kasus FKIP sudah terbuka lebar, sedangkan saya lihat kasus FE ini banyak sekali campur tangan. Saya minta ini jadi perhatian khusus. Jangan sampai kasus ini selesai secara internal di Unsri karena ada pidananya,” ucap Anita.

Anita menghimbau pada para mahasiswi untuk menolak segala macam tindakan eksploitasi seksusal demi kelancaran pendidikan.

Baca Juga: Ayah Randy Bagus Muncul dan Minta Maaf, Sebut Novia Widyasari Calon Menantunya

“Kalau ada tindakan mengarah ke sana, tolak. Sekarang zaman keterbukaan, jangan takut nanti pendidikan terhambat dan lain sebagainya.”

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X