Natal 2021, Koes Plus Ciptakan Lagu Natal dalam Dua Gaya

- Minggu, 5 Desember 2021 | 16:54 WIB
Koes Plus (foto: instagram @koesplusIndonesia)
Koes Plus (foto: instagram @koesplusIndonesia)

SETIAP tanggal 25 Desember dirayakan sebagai Hari Natal. Pada Hari Natal, lagu-lagu natal pun marak berkumandang.

Artis penyanyi dan musisi pun tidak ketinggalan merilis album-album Natal, suaramerdeka.com akan mengulas album Natal dari para penyanyi dan musisi manca atau Indonesia sepanjang bulan Desember 2021 ini.

Sebagai pembahasan album Natal untuk edisi pertama adalah lagu natal yang diciptakan Koes Plus. Rupanya Koes Plus dalam menciptakan lagu natal menyajikan dalam dua gaya.

Baca Juga: Pianis Jazz Idang Rasjidi Meninggal Dunia Karena Penyakit Komplikasi

Pengertian dua gaya dalam menciptakan lagu natal oleh Koes Plus ini maksudnya adalah mereka menciptakan lagu dalam gaya pop dan gaya reliji.

Sedangkan gaya pop yang dihadirkan Koes Plus lewat lagu natal adalah menampilkan lirik yang tidak terlalu reliji, namun masih ada kaitan dengan sisi Hari Natal dan pendekatan reliji.

Ini bisa disimak pada lagu 'Bisikan di Hari Natal', 'Janji Setiamu', 'Kenangan Natal', atau 'Di Ru Ri Ram' dari album Natal Bersama Koes Plus (1972).

Baca Juga: Ini Empat Lagu Pop Manca dan Indonesia yang Mengangkat Tema Tentang Ibu

Pada album ini Koes Plus memang sengaja membawakan lagu natal yang tidak harus terlihat reliji seperti pada umumnya.

Mereka berani menyisipkan kisah cinta pada Hari Natal yang meninggalkan kenangan tersendiri, termasuk suasana gembira yang diiringi musik pop melayu misalnya pada lagu 'Tidak Lagi Sakit'.

Sementara pada album Christmas Song yang dirilis tahun 1973, Koes Plus justru menyajikan nuansa reliji dalam lirik hingga musiknya.

Baca Juga: December's Children (and Everybody's), Album Setengah Kompilasi The Rolling Stones Versi Amerika

Memang pada album Christmas Song yang dirilis tahun 1973 ini, tidak semua lagu natal adalah karya Koes Plus.

Sebut saja lagu Dengarlah Malaikat Menyanyi: lagu yang dinyanyikan Tony Koeswoyo ini notasi nadanya menggunakan notasi nada “The Herald Angels Sing”, yang
juga sudah diterjemahkan menjadi "Gita Sorga Bergema'.

Lagu yang dibawakan dalam birama 4/4 slow tempo ini menggunakan notasi nada "The Herald Angels Sing", komposisi natal di Inggris yang diciptakan George Whitefield dan Charles Wesley di tahun 1739 serta liriknya didasarkan dari Injil Lukas 2:14.

Baca Juga: Ini Lirik Lagu Badai Bulan Desember dari AKA

Kemudian lagu 'Malam Kudus', lagu natal yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia.

Judul asli lagu 'Malam Kudus' adalah 'Silent Night' karya Frans Xaver Gruber dan liriknya oleh Joseph Mohr. Tony Koeswoyo membawakan lagu ini dalam birama 3/4 slow tempo.

Juga lagu 'Mari Berhimpun' yang judul aslinya adalah 'Adeste Fideles' karya komposer John Francis Wade di tahun 1743. Belakangan lagu 'Mari Berhimpun' juga dibawakan Chicha Koeswoyo di tahun 1979.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Sejarah; Lambada, Sempat Tersandung Plagiatisme

Senin, 28 November 2022 | 21:59 WIB
X