Sambut UU Pesantren, RMI NU Putri Gerakkan Kemandirian Ekonomi

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 20:31 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maemoen menyampaikan sambutan saat Silatda dan Halaqoh RMI Putri di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)
Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maemoen menyampaikan sambutan saat Silatda dan Halaqoh RMI Putri di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Organisasi Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menyambut baik pasca dikeluarkannya Undang Undang Pesantren (UUP) No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Terdapat tiga pondasi pesantren dalam amanat Undang-undang Pesantren No 18 Tahun 2019, yaitu fungsi pendidikan, dakwah dan pengembangan masyarakat.

Salah satu turunan dari UU tersebut ialah pengembangan masyarakat terkait kemandirian pesantren.

Baca Juga: Semeru Erupsi, Malang Diguyur Hujan Abu Vulkanik, Camat Ampelgading sebut Kondisi Aman

Wakil Ketua RMI PWNU Jateng KH Fadhlullah Turmudzi menuturkan, salah satu bentuk respon positif RMI Jateng ialah dengan menguatkan pemetaan permasalahan sekaligus potensi ekonomi pesantren serta penyusunan peta jalan dan pelaksanaan pada tingkat makro dan mikro.

"Kami menyambut baik adanya Undang-undang Pesantren No 18 Tahun 2019. Ini dapat dioptimalkan dalam menggerakkan kemandirian ekonomi," kata KH Fadhlullah Turmudzi saat Silatda dan Halaqoh RMI Putri di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Sabtu 4 Desember 2021.

Hadir dalam acara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, KH Taj Yasin Maemoen, Rois Syuriyah NU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, para pengurus RMI Putri yang terdiri dari para bu Nyai, Neng kabupaten/kota di Jateng.

Baca Juga: Semeru Erupsi, Masyarakat Pronojiwo Lumajang Terdampak Abu Vulkanik

Kiai Fadhlullah Turmudzi mengajak para ibu Nyai dan Ning (sebutan putri kyai) untuk menyiapkan strategi guna memperkuat program pendampingan pesantren.

Ia meminta para pengurus RMI Putri NU Jateng menyiapkan model bisnis kemandirian ekonomi pesantren, karena menjadi salah satu langkah awal yang harus dilakukan.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB
X