Sumbangsih JHT di Saat Pandemi (2-habis) : Harapan Buruh Korban PHK dapat Jaminan Sosial Akhirnya Terkabul

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 17:00 WIB
TANPA KONTAK: Pegawai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan pelayanan tanpa kontak fisik (Lapak Asik) melalui layar komputer di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pemuda, Kota Semarang, Jumat (3/12). Lapak Asik mulai diberlakukan sejak akhir Maret 2020, guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19. (suaramerdeka.com/Hartatik)
TANPA KONTAK: Pegawai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan pelayanan tanpa kontak fisik (Lapak Asik) melalui layar komputer di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pemuda, Kota Semarang, Jumat (3/12). Lapak Asik mulai diberlakukan sejak akhir Maret 2020, guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19. (suaramerdeka.com/Hartatik)

TEKANAN ekspor, pasar dalam negeri lesu serta melemahnya daya beli masyarakat menjadi alasan pengusaha merumahkan maupun melakukan PHK selama pandemi Covid-19. Suramnya kondisi ekonomi ini terjadi delapan bulan sejak virus corona menghantam berbagai sektor dunia usaha.

Frans Kongi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah mengungkapkan, dampak pandemi luar biasa. Ia tidak mengelak terjadinya gelombang PHK massal sejak awal pandemi di awal Maret lalu. "Pandemi ini abnormal kami tidak mempunyai kekuatan apa-apa lagi maka PHK tidak terhindarkan terutama bagi mereka yang bekerja kontrak," ujar Frans.

Pandemi juga menyebabkan industri manufaktur merumahkan pekerjanya karena harus menerapkan protokol kesehatan. Kebijakan ini menyebabkan pekerja yang dirumahkan tak lagi menerima gaji lagi utuh seperti sebelum-sebelumnya. Sejak April, Apindo telah meminta uluran tangan pemerintah karena likuiditas mereka terganggu.

Baca Juga: Surah Al Humazah Lengkap Teks Arab, Latin dan Terjemah Bahasa Indonesia

Dalam catatan Apindo, hampir semua sektor industri terdampak Covid-19. Hanya beberapa sektor yang tidak terdampak seperti sektor makanan minuman, farmasi dan obat-obat tradisional. Sedangkan sektor industri yang paling terdampak adalah garmen dan tekstil, karena produk mereka diekspor.

"Mana ada yang mau belanja pakaian selama pandemi, mal-mal pun sepi. Agar bertahan hidup, perusahaan (tekstil) mencari terobosan seperti memproduksi masker dan alat pelindung diri untuk tenaga kesehatan," imbuhnya.

Bagi perusahaan yang melakukan PHK, Apindo Jateng mengimbau 1.500 anggotanya agar berkomunikasi dengan pekerja. Bila tidak menaati peraturan berlaku, Apindo Jateng berjanji menindak tegas anggotanya.

Baca Juga: Masih Ada Varian Baru, Monumen Pahlawan Covid-19 Jangan Sekadar Jadi Pengingat

"Kami tegaskan pada anggota untuk patuh hukum, minimal yang normatif seperti mengikutkan pekerja dalam program BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan. Sebab kami berpikir buruh itu mitra dan ingin mereka sejahtera sesuai kemampuan kami," ujarnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X