Sumbangsih JHT di Saat Pandemi (1) : Dana Darurat Penolong Buruh Korban PHK

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 14:30 WIB
TERAPKAN PROTOKOL: BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda menerapkan menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19, bagi penerima manfaat yang akan mengajukan klaim pencairan jaminan sosial termasuk Jaminan Hari Tua (JHT). (suaramerdeka.com/Hartatik)   
TERAPKAN PROTOKOL: BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda menerapkan menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19, bagi penerima manfaat yang akan mengajukan klaim pencairan jaminan sosial termasuk Jaminan Hari Tua (JHT). (suaramerdeka.com/Hartatik)  

 

 

PAGI beranjak siang, matahari pun semakin terik. Sepasang suami istri nampak meninggalkan areal parkir sepeda motor dan memasuki halaman kantor BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda.  Mereka adalah Haryono (40) dan Siti Amsanah (44), warga Perumahan Kaliwungu Indah, Kabupaten Kendal.

Dengan langkah gontai setelah satu jam menempuh perjalanan dari rumahnya, Haryono mengeluarkan lembaran-lembaran dokumen persyaratan pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT). Sebelum memasuki kantor BPJS Ketenagakerjaan, bapak tiga anak ini pun musti mengambil nomor antrean, baru selanjutnya dicek suhu tubuh dan mencuci tangan, sebagai bagian dari protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Ditemani sang istri, Haryono mengatakan maksud dirinya mencairkan dana JHT lantaran terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebulan lalu. Sebelumnya, ia adalah sopir boks di perusahaan supplier daging sapi (ekspor impor) di Jalan Suratmo, Manyaran.

Baca Juga: Ramalan Lengkap Shio Kambing di Tahun 2022, dari Jodoh hingga Fengshui

"Ada sekitar 40 orang yang terkena PHK lantaran dampak pandemi. Kami yang di-PHK ini jelas kaget, karena mendadak dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya," kata Haryono.
Kabar PHK itu pun membuat istrinya, Siti Amsanah pusing bukan kepalang. Pasalnya, angan-angan untuk segera memiliki rumah sendiri, seketika buyar. Apalagi uang muka sebesar Rp 7 juta sudah dibayarkan ke pihak pengembang perumahan.

"Tinggal menunggu persetujuan dan akad kredit dari bank. Tapi suami malah kena PHK," ujar Siti tertunduk lesu.

Pasangan suami istri ini bersama tiga buah hati mereka telah belasan tahun tinggal di rumah kontrakan tipe 21. Karena itu, mereka memiliki angan-angan, kelak dana klaim JHT jika sudah mencukupi akan digunakan untuk melunasi cicilan rumah baru.

Namun akibat pandemi, dana JHT yang semestinya menjadi tabungan masa tua tersebut berubah peruntukannya. Padahal dana JHT yang diterima Haryono selama enam tahun bekerja sebagai sopir boks baru berkisar Rp 5 jutaan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X