Konversi LPG ke Kompor Induksi, Harus Disiapkan Dulu Payung Hukumnya

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:10 WIB
Kompor Induksi. (PLN)
Kompor Induksi. (PLN)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, untuk menyukseskan program konversi LPG ke kompor induksi, harus disiapkan terlebih dahulu payung hukumnya.

Selain itu, pemerintah perlu mendorong adanya insentif, sehingga dapat menarik masyarakat dalam program konversi LPG ke kompor induksi.

"Dari sisi PLN, implementasi penggunaan kompor induksi memang menjadi solusi surplus daya listrik," ujarnya program konversi LPG ke kompor induksi.

Konversi kompor gas ke kompor induksi juga memperoleh dukungan dari Pertamina yang selama ini menyuplai LPG kepada masyarakat.

Baca Juga: Presidensi G20 Indonesia: Kadin Indonesia Didorong Manfaatkan Momentum untuk Tingkatkan Investasi

VP Downstream Research and Technology Innovation Pertamina, Andianto Hidayat menilai program konversi tersebut perlu dilakukan secara matang karena industri elpiji melibatkan banyak pihak, mulai dari produksi tabung, selang, hingga regulator.

“Kami mendukung konversi tersebut. Memang sebaiknya kompor induksi menyasar market yang mampu daya listriknya mendukung ke sana. Kami di LPG tetap menyuplai market yang tidak ter-cover oleh kompor induksi,” tutur Andianto.

Andianto menyatakan, perseroan juga akan berkomunikasi bersama PLN dan meminta dukungan pemerintah agar proses konversi ini berjalan dengan baik hingga diterima masyarakat.

Menurut dia, kebijakan konversi kompor minyak tanah ke LPG pada 2007 lalu bisa dijadikan pijakan penting dalam penyusunan regulasi.

Baca Juga: Anggaran Pupuk Subsidi Tak Sebanding dengan Capaian Produktivitas, Penyediaan Layak Dievaluasi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB
X