Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

- Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
Sejumlah narasumber berdiskusi saat acara Menuju Bali Democracy Forum : Demokrasi di Era Pandemi, Menjawab Tantangan Dari Setiap Negeri. (suaramerdeka.com/dok)
Sejumlah narasumber berdiskusi saat acara Menuju Bali Democracy Forum : Demokrasi di Era Pandemi, Menjawab Tantangan Dari Setiap Negeri. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com -Pandemi Covid-19 ikut mempercepat penurunan kualitas demokrasi Indonesia dan banyak negara.

Meski demikian, demokrasi dianggap bisa terus bertahan di tengah tekanan selama pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan, Economist Intelligent Unit (EIU) mencatat penurunan kualitas demokrasi Indonesia dan banyak negara selama pandemi.

Baca Juga: Berangsur Pulih, Akselerasi Ekonomi Jateng Ditopang Ekspor dan Investasi

"Penurunan tersebut bagian dari sejumlah tantangan demokrasi di tengah pandemi Covid-19,” kata Helmy saat diskusi “Menuju Bali Democracy Forum, Demokrasi di Era Pandemi, Menjawab Tantangan Dari Setiap Negeri”.

Turut hadir dalam diskusi itu, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah dan pakar politik internasional Universitas Paramadina, Mahmud Syaltout.

Pada kesempatan itu mereka membahas berbagai aspek demokrasi di era pandemi Covid-19.

Helmy menyebut, tantangan tersebut antara lain adanya dunia digital yang semakin marak digunakan selama pandemi.

Pada pelantar digital itu bertebaran berbagai hal yang justru mengancam demokrasi.

“Paham-paham transnasional disebar melalui pelantar digital. Paham-paham itu memanfaatkan demokrasi untuk menghapuskan demokrasi,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X