Pemerintah Indonesia Perpanjang Masa Karantina Luar Negeri, Antisipasi Omicron

- Kamis, 2 Desember 2021 | 10:48 WIB
Ilustrasi karantina covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi karantina covid-19. (Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Pemerintah Republik Indonesia memperbarui aturan terkait karantina yaitu memperpanjang waktu yang tadinya 7 hari menjadi 10 hari untuk mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19, Omicron.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menuturkan aturan perpanjangan karantina tersebut berlaku bagi warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) yang telah melakukan perjalanan luar negeri dari negara-negara yang sebelumnya dilarang.

“Berdasarkan arahan Presiden, masa karantina bagi WNA dan WNI pelaku perjalanan dari negara-negara di luar 11 negara yang dilarang masuk kemarin, ditambah menjadi 10 hari dari sebelumnya 7 hari,” kata Luhut dalam keterangan tertulis, Rabu 01 Desember 2021.

Ke-11 negara itu antara lain, Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambiq, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hong Kong.

Baca Juga: Soepra X Gmedia Goes to SMKN 11, Ajak Siswa Buat Konten Berdampak Baik di Instagram

Luhut menambahkan, aturan tersebut akan mulai diberlakukan pada Jumat, 03 Desember 2021.

Ia berkata, kebijakan itu masih akan terus dievaluasi secara berkala karena sampai saat ini, pemerintah masih mempelajari varian baru Covid-19 itu.

“Tentunya kebijakan yang diambil ini akan terus dievaluasi secara berkala sambil kita terus memahami dan mendalami informasi tentang varian baru ini,” kata Luhut.

Selain itu, pemerintah juga melarang pejabat untuk bepergian ke luar negeri. Larangan tersebut berlaku untuk seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas kenegaraan.***

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X