Cuaca Ekstrem, Saatnya Program Perlindungan Pekerja Sektor Informal Jadi Mainstream

- Rabu, 1 Desember 2021 | 21:15 WIB
Undang Sukarya (56) tampak tekun menyapu, mengumpulkan sebaran sampah terutama daun-daun kering di sepanjang Jalan Cilamaya, Kota Bandung. (suaramerdeka.com/dok)
Undang Sukarya (56) tampak tekun menyapu, mengumpulkan sebaran sampah terutama daun-daun kering di sepanjang Jalan Cilamaya, Kota Bandung. (suaramerdeka.com/dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Di antara lalu lalang kendaraan, Undang Sukarya (56) tampak tekun menyapu, mengumpulkan sebaran sampah terutama daun-daun kering di sepanjang Jalan Cilamaya, Kota Bandung, pada Senin (29/11) siang yang mendung.

Datangnya musim penghujan yang tak jarang diwarnai cuaca ekstrim, membuat kehadiran petugas kebersihan menjadi salah satu ujung tombak terutama dalam memastikan bahwa ancaman banjir, tak terjadi.

Drainase yang ada, bisa berfungsi normal, mampu melancarkan jalan air, karena tak terganggu sumbatan di samping menghadirkan kondisi jalan bersih dari beragam serpihan yang juga dapat berpotensi menganggu laju berkendara.

Baca Juga: PT Pupuk Indonesia Pastikan Distribusi ke Jawa Tengah Tetap Lancar, Meski Kapal Pengangkut Terbakar

"Tidak hanya menyapu, saluran-saluran di sekitar jalan ini kan harus dibersihkan juga. Masuk ke gorong-gorongnya, mesti rajin turun ngecek, siapa tahu ada benda yang nyangkut di saluran, apalagi musim hujan seperti ini," jelas Undang Sukarya.

Meski sekilas ringan, pekerjaan di sekitaran itu cukup berisiko. Aktivitas menyapu misalnya, jika tak cermat dalam bergerak, bisa-bisa kena senggol kendaraan yang melintas. Waspada pun belum cukup mengingat potensi bahaya bisa datang tiba-tiba.

"Karena pernah saya keserempet motor, pas enjing-enjing pisan. Da jalana lowong jadi mawana ngebut teu merhitungkan kondisi jalan," kata warga Bojongkacor, Cikutra Kota Bandung itu soal pengemudi sepeda motor berkecepatan tinggi yang sempat menabraknya saat jalan dalam kondisi sepi di pagi buta di sekitaran Gedung Sate itu.

Baca Juga: Ingin Diet Rendah Kalori? 7 Chinese Food Ini Bisa Jadi Rekomendasi

Peristiwa tersebut memang tak sampai menimbulkan efek parah baginya sebagai pekerja di bawah Dinas Lingkungan Hidup & Kebersihan yang berkerja sejak Shubuh. Sebatas lecet.

Hanya saja, peristiwa itu menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati, sekali pun sudah ada program perlindungan seperti dari BPJS Ketenagakerjaan terutama Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X