Selamatkan BUMN, Fahri Hamzah: Perlu Privatisasi oleh UMKM

- Jumat, 11 Juni 2021 | 10:14 WIB
Gelora Talks BUMN (suaramerdeka.com/dok)
Gelora Talks BUMN (suaramerdeka.com/dok)

"Karena dikuasai negara adalah politik. Oleh karena itu, kehadiran negara harus dibatasi pada soal-soal yang memang tidak bisa dilakukan oleh BUMN," tegasnya.

Tidak Sanggup

Dalam kesempatan itu Fahri mengatakan, negara tidak akan sanggup mengelola bisnis. Karena hingga saat ini, negara masih menggunakan pendekatan kekuasaan dalam pengelolaannya.

Baca Juga: Menag Janji Bahas Haji 2022 Lebih Awal, Berharap Kondisi Jauh Lebih Baik

Sebagai contoh adalah dalam penempatan direksi BUMN. Dimana yang diprioritaskan mengisi jabatan direksi adalah orang-orang yang dianggap telah membantu atau berjasa ikut memenangkan dalam perebutan kekuasan saat pemilu.

Sementara Sekretaris Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, perampingan jumlah BUMN menjadi solusi terbaik. Hal itu agar pendirian perusahaan negara yang tujuannya untuk penguatan perekonomian, dapat tercapai.

"Saat ini, kami terus memetakan mana saja BUMN yang dianggap perlu dibubarkan untuk mencapai jumlah ideal dari perusahaan negara. Nanti kita targetkan hanya sekitar 42-43 BUMN saja," ungkapnya.

Baca Juga: Presiden minta Vaksinasi Covid-19 Massal Terus Dilakukan, Cakupan Lebih Banyak

Pihaknya juga telah menetapkan kebijakan untuk tidak lagi menyuntikkan dana segar atau modal dalam bentukan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN sakit. Misalnya seperti yang dialami maskapai Garuda Indonesia saat ini.

"Untuk Garuda saja kita berpikir ulang untuk PMN. Kita harus berani ekstrem. Kita harus berani menelan pil pahit, tapi pada akhirnya untuk kesehatan kita semua," ucapnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X