Moderasi Beragama, Nilai Kemanusiaan Dasar Membangun Komunikasi Lintas Agama

- Minggu, 28 November 2021 | 19:39 WIB
saresehan Internalisasi Moderasi Beragama di PTKI di kampus Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung. (sm/dok)
saresehan Internalisasi Moderasi Beragama di PTKI di kampus Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung. (sm/dok)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam perlu mengimplementasikan inklusivisme dan moderasi beragama dalam Tri Darma Perguruan Tinggi.

Nilai-nilai kemanusiaan menjadi dasar untuk terus membangun komunikasi lintas agama agar keharmonisan antarpemeluk agama tetap terjaga.

Hal tersebut disampaikan Direktur Direktorat Pendidikan TInggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI Prof Dr Suyitno MAg dalam kegiatan saresehan Internalisasi Moderasi Beragama di PTKI di kampus Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: Kota Semarang Tuan Rumah AHL Germas Tingkat Nasional

Ditegaskan bahwa moderasi beragama dapat diimplementasikan melalui tiga fungsi pendidikan, pengabdian kepada masyarakat dan penelitian.

“Pertama untuk membangun inklusivisme kampus perlu dalam pendidikan perkuliahan ada insersi kurikulumnya, memasukkan moderasi dalam matakuliah yang relevan," tegas Prof.Suyitno.

Kampus perlu memperkuat tasamuh (toleransi) untuk memanusiakan manusia, persolan keyakinan adalah bersifat personal dan secara publik perlu membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Demikian ditegaskan tokoh yang pernah menjabat sebagai Ketua FKUB Provinsi Sumatera Selatan itu.

Baca Juga: Inovasi Hasil Riset Diinginkan Dukung Pengembangan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Kemudian yang kedua dalam kegiatan pengabdian masyarakat harus diarahkan dengan melibatkan sasaran lintas agama untuk membangun persaudaraan dan mengarusutamakan nilai kemusiaan tersebut.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X