Curah Hujan Ekstrim dan Alih Fungsi Lahan Pemacu Banjir Bandang Sukawening Garut

- Minggu, 28 November 2021 | 18:10 WIB
banjir bandang di Garut. (foto deksjabar.pikiran-rakyat.com)
banjir bandang di Garut. (foto deksjabar.pikiran-rakyat.com)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Kejadian banjir bandang di Sukawening, Kabupaten Garut diperkirakan terjadi karena kombinasi curah hujan esktrim dan daya tahan lingkungan yang cenderung semakin rendah.

Akibat peristiwa yang terjadi pada Sabtu (27/11) sore itu, sedikitnya 300 rumah warga terdampak.

Dari jumlah ini, satu rumah di antaranya hanyut dan lebih dari 20 bangunan tempat tinggal milik masyarakat setempat rusak.

Baca Juga: Kumpulan Doa-doa Harian yang Mudah Dihafalkan, Bisa Diajarkan pada Anak-Anak

Fasilitas seperti jembatan, tempat ibadah, sarana pendidikan, kesehatan, puluhan kolam, hingga gardu listrik ikut terkena arus.

Meski demikian, tak ada laporan korban jiwa. Sekitar 30 KK setara 105 jiwa untuk sementara mengungsi ke rumah kerabatnya.

Banjir bandang berasal dari luapan Sungai Citameng. Aliran air datang dengan debit yang tinggi sehingga tak tertampung badan sungai. Pemkab setempat telah menetapkan status tanggap darurat selama sepekan.

Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menyebut tak menutup kemungkinan alih fungsi lahan di hulu sungai sebagai penyebab banjir bandang tersebut. Hanya saja, dia meminta itu dicek lebih dalam.

"Warga sini yang sudah 46 tahun menyebut baru kali ini ada kejadian seperti ini. Karena bisa saja ini akibat daerah resapan makin kurang di hulu," jelasnya saat meninjau TKP seperti dalam keterangan yang diterima, Minggu (28/11).

Baca Juga: Guns N Roses (4), Sering Merombak Formasi dan Album Baru Tak Kunjung Rampung

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X