Malasyia Akan Deportasi 7.200 WNI, Indonesia Ekstrahati-hati

- Jumat, 11 Juni 2021 | 10:00 WIB
Ilustrasi Pekerja Migran. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi Pekerja Migran. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah Malaysia akan mendeportasi 7.200 Warga Negara Indonesia (WNI) menyusul kebijakan penerapan lockdown akibat melonjaknya kasus Covid-19.

Di antara ribuan WNI itu terdapat 300 orang yang termasuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Femmy Eka Kartika Putri mengatakan, jumlah tersebut di antaranya terdiri dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik yang documented atau undocumented dan WNI deportan

Femmy mengatakan untuk mengantisipasi kepulangan WNI dari Malaysia diperlukan kehati-hatian.

Baca Juga: Kebutuhan Bantuan Air di Cilacap Bertambah, Stok masih Aman

"Antisipasi kepulangan ini harus kita lakukan bersama-sama. Kita harus berhati-hati. Masalah ini tidak mudah," ujar Femmy dalam Rapat Koordinasi Lanjutan Penanganan PMI/WNI Bermasalah dari Malaysia, pada Kamis (10/6).

Rapat koordinasi diikuti perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kemenkes, Kemenkumham, Kemensos, BNPB, dan BP2MI.

Pemerintah telah melakukan antisipasi kepulangan WNI dari Malaysia, yakni menyiapkan titik-titik debarkasi penerimaan kepulangan WNI agar tidak menumpuk.

Lalu, fasilitas kesehatan berupa swab test PCR untuk memastikan WNI yang pulang aman dari Covid-19, menyiapkan tempat karantina sebelum dikirim ke daerah asalnya, dan pendampingan sampai ke daerah asal.

Baca Juga: Kolaborasi Internasional, Musisi Reggae Asal Kebumen Ras Inggi Rilis 'Dont Give Up'

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

65 Kalurahan di Sleman Sediakan Shelter

Jumat, 18 Juni 2021 | 10:30 WIB

Percepatan Vaksinasi Jadi Kunci

Jumat, 18 Juni 2021 | 01:30 WIB

Varian Baru Korona Terindikasi di Wonosobo

Jumat, 18 Juni 2021 | 01:10 WIB
X