Kasus Covid-19 Jawa Tengah Naik 120 Persen, Kudus Catat Kenaikan Tertinggi

- Jumat, 11 Juni 2021 | 09:12 WIB
Ilustrasi Corona
Ilustrasi Corona

JAKARTA, suaramerdeka.com - Lima provinsi tercatat menyumbang kenaikan kasus Covid-19 terbesar nasional pada periode minggu ke-3 pasca-Idul Fitri tahun ini (2021).

Lima besar provinsi itu, tertinggi Jawa Tengah naik 120 persen, Kepulauan Riau naik 82 persen, Sumatera Barat naik 73 persen, DKI Jakarta naik 63 persen dan Jawa Barat naik 23 persen.

Namun secara keseluruhan kenaikan tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu (2020).

Dari data perbandingan pada minggu ke-3 pasca-Idul Fitri (2020 vs 2021) menunjukkan perbedaan signifikan. Pada periode 2020 terjadi kenaikan tembus 80,5 persen, sementara tahun 2021 kenaikannya 53,4 persen.

Baca Juga: Saksi Tegaskan Tidak Ada Permintaan Fee dari Juliari

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, tahun ini, DKI Jakarta dan Jawa Tengah menjadi provinsi yang masih bertahan di 5 besar sebagaimana tahun lalu.

Tahun 2021, Jawa Tengah dan DKI Jakarta masih masuk 5 besar provinsi dengan kenaikan tertinggi. Jawa Tengah naik 120 persen, Kepulauan Riau naik 82 persen, Sumatera Barat naik 73 persen, DKI Jakarta naik 63 persen dan Jawa Barat naik 23 persen.

Adapun tahun lalu, 2020 kenaikan tertinggi, tercatat Jawa Timur naik 535 persen, Sulawesi Selatan naik 293 persen, Kalimantan Selatan naik 113,8 persen, Jawa Tengah naik 44,2 persen dan DKI Jakarta naik 38,4 persen.

Wiku mengatakan jika dibandingkan dengan tahun lalu, kenaikan tingkat provinsi tahun ini tidak sebesar tahun lalu.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Memperpanjang Kenaikan Selama 2 Hari Beruntun

Di tahun lalu kenaikan tingkat provinsi bisa mencapai 500 persen, sementara  kenaikan tahun ini hanya sebesar 120 persen.

Satgas mengingatkan pemerintah daerah harus segera mengantisipasi sebelum keadaan menjadi kritis dan tidak terkendali lantaran masih ada potensi terjadinya lonjakan.

"Kita tidak bisa hanya melihat keadaan di tingkat provinsi saja. Perlu melihat lebih jauh di tingkat kabupaten dan kota. Perlu diwaspadai kenaikan di beberapa kabupaten/kota terjadi secara signifikan,’’ kata Wiku.

Kenaikan masing-masing kabupaten/kota berkontribusi signifikan masing-masing provinsi. Tahun ini, masing-masing provinsi yang masuk 5 besar memiliki kabupaten/kota penyumbang kasus tertinggi.

Baca Juga: Kebutuhan Bantuan Air di Cilacap Bertambah, Stok masih Aman

Secara nasional, total tercatat 25 kabupaten/kota memberi sumbangan kenaikan tertinggi di masing-masing provinsi.

Lima daerah di Jawa Tengah penyumbang tertinggi Kudus naik 7.594 persen, Jepara naik 685 persen, Sragen naik 338 persen, Kota Semarang naik 193 persen dan Kabupaten Semarang naik 94 persen.

Lalu di Provinsi Kepulauan Riau kontribusi berasal dari Kota Batam naik 257 persen, Karimun naik 116 persen, Natuna naik 100 persen, Bintan naik 81 persen dan  Tanjung Pinang naik 13 persen.

Di Sumatera Barat  kontribusi berasal dari Pasaman Barat naik 157 persen, Agam naik 151 persen, Solok naik 128 persen, Dharmasraya naik 125 persen dan Kota Padang naik 75 persen.

DKI Jakarta kontribusi dari Jakarta Selatan naik 92 persen, Jakarta Timur naik 67 persen, Jakarta Pusat naik 57 persen, Jakarta Utara naik 43 persen dan Jakarta Barat naik 42 persen.

Terakhir, Provinsi Jawa Barat kontribusi terbesar kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari Ciamis naik 700 persen, Bandung baik 261 persen, Cianjur naik 188 persen, Karawang naik 152 persen dan Cirebon naik 115 persen.           

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK Fasilitasi Vaksinasi Industri Jasa Keuangan 

Kamis, 5 Agustus 2021 | 23:57 WIB

Pengendalian Covid-19 Butuh Kesadaran Individu

Kamis, 5 Agustus 2021 | 18:55 WIB

Bantuan untuk Pekerja Tidak Boleh Molor

Kamis, 5 Agustus 2021 | 12:34 WIB
X