Sekolah Swasta dan Bimbel Bakal Kena PPN

Red
- Jumat, 11 Juni 2021 | 01:40 WIB
SM/dok - Achmad Baidowi
SM/dok - Achmad Baidowi

Draf RUU tentang Perpajakan

 

JAKARTA -Pemerintah berencana memungut pajak pertambahan nilai (PPN) pada jasa pendidikan. Mereka yang terkena adalah sekolah swasta, dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi serta bimbingan belajar (bimbel).

Hal tersebut tertuang dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Revisi UU No 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Rencana pemungutan PPN dalam jasa pendidikan tersebut tertuang dalam Pasal 4Adraf RUU Revisi UU No 6/1983.

Pasal tersebut menghapus jasa pendidikan sebagai jasa yang tidak dikenai PPN. Adapun jasa pendidikan yang dimaksud sesuai dengan PMK 011/2014 tentang Kriteria Jasa Pendidikan yang Tidak Dikenai Pajak Pertambahan Nilai antara lain PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga bimbingan belajar.

Selain jasa pendidikan, jasa tenaga kerja dan jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri juga bakal dikenai PPN. Draf RUU KUP ini sebelumnya telah menuai kritik. Salah satunya datang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

”Ini baru draf di RUU KUP(Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan). Makanya sebelum draf RUU diajukan ke DPR, sebaiknya dirapikan dulu mengingat hal tersebut memberatkan masyarakat. Ini juga mengesankan pemerintah tidak ada cara lain untuk menggenjot di sektor pajak,” kata Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi atau Awiek, Kamis (10/6).

Anggota Komisi VI DPR itu menyebut pandemi Covid-19 membuat ekonomi masyarakat lesu. Rencana PPN 12 persen, ditegaskan Awiek, bukan bakal membantu stimulus ekonomi, tetapi malah menjerat rakyat. Senada, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda juga menyayangkan rencana tersebut.

Wacana ini dinilai akan memberikan dampak serius bagi masa depan penyelenggaraan pendidikan. ”Pengenaan PPN ini berpotensi berimbas serius terhadap jasa pendidikan, karena pajak ini oleh lembaga pendidikan akan dibebankan kepada wali murid. Biaya pendidikan akan menjadi tinggi,” kata Syaiful Huda, Kamis (10/6).

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

721 Warga Madiun Divaksin AstraZeneca

Jumat, 18 Juni 2021 | 16:09 WIB

65 Kalurahan di Sleman Sediakan Shelter

Jumat, 18 Juni 2021 | 10:30 WIB

Percepatan Vaksinasi Jadi Kunci

Jumat, 18 Juni 2021 | 01:30 WIB
X