Ujian Kesempurnaan Gli Azzurri

Red
- Jumat, 11 Juni 2021 | 01:20 WIB
SM/twitter.com/azzurri - LATIHAN TIMNAS : Sejumlah pemain timnas Italia mengikuti latihan menjelang pertandingan pembukaan Piala Eropa di Roma, Sabtu dini hari. (39)
SM/twitter.com/azzurri - LATIHAN TIMNAS : Sejumlah pemain timnas Italia mengikuti latihan menjelang pertandingan pembukaan Piala Eropa di Roma, Sabtu dini hari. (39)

ROMA-Setelah tertunda setahun, kejuaraan sepak bola Eropa UEFA 2020 atau Euro 2020 akhirnya akan memulai sepak mula Sabtu (12/6) dini hari nanti. Italia yang menjadi salah satu tuan rumah, akan menjamu Turki di Stadion Olimpico, Roma, pukul 02.00 WIB. Euro 2020 mundur setahun karena pandemi Covid- 19 yang mengacaukan dunia.

Meski diselenggarakan 2021, namun nama resmi kejuaraan tidak berubah. Piala Eropa kerap disebut sebagai kejuaraan sepak bola terbesar antarnegara terakbar di dunia, hanya kalah dari Piala Dunia, karena ketiadaan Brasil dan Argentina. Turnamen yang diselenggarakan Union of European Football Associations(UEFA) kali ini berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya.

Untuk kali pertama, kejuaraan tidak dipusatkan di satu atau dua negara, namun 11 kota di 11 negara berbeda. Selain Roma (Italia), tuan rumah lainnya adalah London (Inggris), Baku (Azerbaijan), Muenchen (Jerman), Saint Petersburg (Rusia), Amsterdam (Belanda), Bucharest (Romania), Budapest (Hungaria), Copenhagen (Denmark), Glasgow (Scotlandia), serta Sevilla (Spanyol).

Edisi kali ini juga istimewa karena untuk memeriahkan peringatan 60 tahun Piala Eropa sejak digelar kali pertama tahun 1960 di Prancis.

Sebanyak 24 negara dibagi menjadi enam grup. Juara dan runner up grup otomatis lolos ke babak 16 besar. Slot yang tersisa diperuntukkan bagi empat timnas, peringkat tiga terbaik. Dalam laga pembukaan dini hari nanti, tergabung di Grup A, Italia yang merupakan pemenang tahun 1968 serta finalis edisi 2000 dan 2012, tentu jauh diunggulkan ketimbang Turki.

Pada babak kualifikasi Gli Azzurrimenyapu bersih 10 kemenangan. Mencetak 37 gol dan hanya kebobolan empat kali. Hanya Belgia yang berhasil menyamai kesempurnaan Italia.

Adapun Turki lolos berkat menjadi peringkat kedua di bawah finalis Euro 2016, Prancis. Pasukan asuhan Senol Guenes menang tujuh kali, seri dua kali, dan sekali tumbang dalam 10 laga kualifikasi Grup H.

Lebih jauh lagi Italia tak terkalahkan dalam 27 pertandingan terakhir. Masuk akal bila skuat Roberto Mancini menjadi favorit, terlebih mereka akan bermain di kandang. Donnarumma akan menjaga garis gawang. Lini belakang kemungkinan diisi kuartet Florenzi, Bonucci, Chiellini, dan Spinazzola.

Barella, Jorginho, Locatelli berada di lini kedua, sementara trio Berardi, Immobile, dan Insigne bertugas menjadi juru gedor. Dibandingkan tim muda Turki, skuat Italia tentu lebih beken. ”Azzurri belum pernah kalah dalam satu pertandingan pun sejak 2018 dan belum kebobolan pada 2021.

Akan tetapi Turki jelas lebih kuat ketimbang banyak tim yang dihadapi Italia baru-baru ini. Saya masih melihat antusiasme yang besar,” ungkap reporter Ialia, Paolo Menicucci, sebagaimana dilansir laman resmi UEFA. Tim besutan Mancini, disebut tampil brilian dalam uji coba terakhir. Menang besar 4-0 atas Republik Ceko.

Mereka menampilkan sepak bola spektakuler, terutama dalam sisi serangan yang diisi Lorenzo Insigne, Ciro Immobile, dan Domenico Berardi. Meski di atas kertas diunggulkan, pelatih Roberto Mancini mewaspadai Ay- Yildizlilar (Bulan Sabit-Bintang), julukan Turki.

”Turki adalah tim yang kuat, karena pemain mereka bagus secara teknis dan fisik yang kuat. Mereka telah banyak berkembang,” katanya. ”Ini akan menjadi pertandingan yang sama melawan Swiss dan Wales.

Grup ini cukup sulit. Anda tidak mungkin untuk menemukan tim yang lemah dalam kompetisi seperti ini,” lanjut mantan striker Azzurri itu. Adapun reporter Turki, Goerkem Kirgiz menyebut, pelatih Senol Guenes memiliki harapan besar dengan skuat mudanya. Sang pelatih telah menjelaskan, pergi ke Roma untuk target satu poin.

”Dia ingin melihat timnya memainkan sepak bola penuh gaya. Jika mereka melakukan segalanya dengan benar, mereka dapat menyebabkan kekacauan besar di pertandingan pembuka,” ungkap Kirgiz.

Sementara Guenes mengatakan, hasil pada laga pembuka sangatlah penting. Bila timnya berhasil meraup poin, entah satu atau tiga, maka berpotensi memicu kebingungan seluruh rival di grup.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Menikmati Siaran TV Digital, Begini Caranya

Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:37 WIB
X