Media Indah Pencerah Umat

- Jumat, 11 Juni 2021 | 01:10 WIB
SM/dok - MEDIA WAYANG : Ustaz Yusuf Haryadi saat tampil berdakwah dengan menggunakan media wayang kulit. (39) (b01m)
SM/dok - MEDIA WAYANG : Ustaz Yusuf Haryadi saat tampil berdakwah dengan menggunakan media wayang kulit. (39) (b01m)

Wayang Dakwah Wali Songo

Di salah satu sudut ruangan madrasah, tampak sosok laki-laki yang tengah sibuk melakukan aktivitasnya sebagai seorang guru. Meski sekarang berlangsung pandemi Covid-19 dan sebagian sekolah masih menggelar pembelajaran jarak jauh, namun pria tersebut tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik.

SELAIN mengajar di MAN 2 Banyumas, lelaki bernama lengkap Yusuf Haryadi ini ternyata juga memiliki kesibukan lain, yakni sebagai pendakwah. Dalam menyampaikan dakwah, pria yang biasa dipanggil Ustadz Yusuf Haryadi memiliki kekhasan sendiri dan berbeda dengan ustadz-ustadz yang lain.

Dirinya memilih media wayang kulit sebagai media dakwahnya. Salah satu alasannya karena wayang kulit sudah dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pedesaan di pulau Jawa.

Dia sendiri mengaku suka dengan wayang kulit sejak kecil. Saat masih anak-anak, ia kerap diajak orang tuanya menonton pagelaran wayang kulit dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Kecintaannya terhadap wayang kulit berlanjut sampai dewasa, sehingga membuatnya tertarik untuk belajar memainkan wayang kulit.

Salah satu orang yang cukup berjasa dalam menggembleng kemampuannya memainkan wayang kulit adalah Ki Subur Widadi, salah satu dalang di Kabupaten Banyumas. Saat masih remaja hingga kuliah, ia belajar langsung dari Ki Subur Widadi.

Selama "berguru" ke Ki Subur, kemampuannya dalam memainkan wayang kulit semakin terasah. ''Yang kali pertama melakukan dakwah dengan menggunakan media wayang kulit itu ya Ki Subur Widadi. Saya tertarik dengan apa yang dilakukan oleh Ki Subur Widadi tersebut,'' terangnya.

Tak hanya belajar dari Ki Subur Widadi, ia juga mengaku pernah "nyantri" memainkan wayang kulit dengan Ustadz Sonhaji yang juga memiliki kemampuan berdakwah sekaligus mendalang. Setelah beberapa waktu belajar dari Ki Subur Widadi, ia dinyatakan lulus dan boleh berdakwah dengan media wayang.

''Saya juga sempat dites kecil-kecilan,'' ujar dia. Sejak saat itu, ia mengaku mendapat banyak undangan tampil menyampaikan dakwah dengan wayang. Saat berdakwah, ia tidak sendiri. Lantaran konsepnya wayang dakwah, ia juga membawa tim dan diberi nama "Wayang Dakwah Walisongo".

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Aniaya Teman Karaoke, 2 Pelaku Ditangkap

Jumat, 24 September 2021 | 20:12 WIB

Presiden Minta Jaga Kelestarian Penyu

Jumat, 24 September 2021 | 01:20 WIB
X