Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Sumber Energi Terbaru Masa Depan

- Jumat, 26 November 2021 | 12:34 WIB
Investor AS Jajaki Kerjasama Pembangunan PLTN di Indonesia. (Kabar Megapolitan - Pikiran Rakyat)
Investor AS Jajaki Kerjasama Pembangunan PLTN di Indonesia. (Kabar Megapolitan - Pikiran Rakyat)

 

 

SUARAMERDEKA.COM – Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) digadang-gadang akan menjadi pembangkit listrik dengan energi terbarukan yang akan menggantikan pembangkit listrik energi fosil atau minyak bumi.

Beberapa negara di seluruh dunia sudah menggunakan energi nuklir sebagai sumber energi listrik mereka untuk berjaga-jaga jika cadangan energi fosil menipis.

Pertimbangan lainnya yaitu karena PLTN dinilai memiliki tingkat keamanan dan keselamatan operasional yang lebih tinggi.

Baca Juga: Mencegah Praktik Perkawinan Anak, BP4 Jateng Gandeng BKKBN

PLTN adalah sebuah pembangkit daya thermal yang menggunakan satu atau beberapa reaktor nuklir sebagai sumber panasnya.

Inti dari reaktor nuklir adalah uranium. Dari reaksi pembelahan (fisi) inti uranium inilah yang kemudian menghasilkan energi panas untuk diubah menjadi energi listrik.

Sebuah PLTN memiliki daya sekitar 40MWe hingga mencapai 2000 MWe.

Sampai tahun 2015 terdapat 437 PLTN yang beroperasi di dunia, secara keseluruhan menghasilkan daya sekitar 1/6 dari energi listrik dunia.

Baca Juga: Pengujian Formil UU Cipta Kerja, Pemerintah Siap Laksanakan Putusan MK

PLTN mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan pembangkit daya utama lainnya.

Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon. Gas rumah kaca seperti karbon dioksida hanya dikeluarkan ketika generator diesel darurat dinyalakan.

Tidak mencemari udara karena tidak menghasilkan gas-gas berbahaya seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, atau asap fotokimia.
Hanya sedikit menghasilkan limbah padat selama beroperasi normal.

Baca Juga: Apresiasi Guru, Unika Siapkan Beasiswa Kuliah S2. Ini Syarat dan Ketentuannya

Biaya bahan bakar rendah karena bahan bakar yang diperlukan sedikit.

Indonesia sendiri berencana membangun PLTN sebesar sebesar 35 gigawatt (GW). Pemerintah memproyeksikan PLTN akan mulai beroperasi pertama kali pada 2049.

Kementerian ESDM mengatakan bahwa PLTN akan mulai dikembangkan setelah 2035.

Pemerintah telah mencatat bahwa sumber daya uranium yang ada di Indonesia mencapai 89 ribu ton (tU3O8) dan sumber daya thorium mencapai 143.234 ton (tTh).

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meyakini kandungan uranium sebagai bahan baku PLTN terdapat cukup melimpah di Papua.

Walau begitu, BRIN masih harus mengeksplorasi lebih lanjut untuk membuktikan potensi tersebut sehingga PLTN di Indonesia bisa segera terwujud.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banten, DKI Jakarta Diguncang Gempa Magnitudo 6,7 SR

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:53 WIB
X