UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat, MK Beri Waktu 2 Tahun Perbaikan

- Jumat, 26 November 2021 | 11:46 WIB
 Dalam sidang yang digelar secara virtual pada Kamis, 26 November 2021, MK menyatakan bahwa UU Cipta Kerja bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia tahun 1945. (dok, Kompas.com)
Dalam sidang yang digelar secara virtual pada Kamis, 26 November 2021, MK menyatakan bahwa UU Cipta Kerja bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia tahun 1945. (dok, Kompas.com)




SUARAMERDEKA.COM - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 inkonstitusional bersyarat.

MK menyatakan UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat karena cacat secara formil lantaran dalam proses pembahasannya tidak sesuai dengan aturan dan tidak memenuhi unsur keterbukaan.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang gugatan uji formil UU Cipta Kerja di Gedung MK, Jakarta, Kamis 25 November 2021.

Baca Juga: Pengujian Formil UU Cipta Kerja, Pemerintah Siap Laksanakan Putusan MK

MK menilai, metode penggabungan atau omnibus law dalam UU Cipta Kerja tidak jelas apakah metode tersebut merupakan pembuataan UU baru atau melakukan revisi.

UU Cipta Kerja tidak memegang asas keterbukaan pada publik meski sudah melakukan beberapa pertemuan dengan beberapa pihak.

MK memutuskan bahwa UU Cipta Kerja akan batal sepenuhnya bila proses perbaikan tak selesai dalam dua tahun.

Hal itu tercantum dalam putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020 dalam sidang gugatan uji formil UU Cipta Kerja.

Baca Juga: Ralf Rangnick Merapat ke Manchester United, Lokomotiv Moskow Bakal Baik-baik Saja

"Apabila dalam tenggang waktu tersebut tidak dilakukan perbaikan maka Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menjadi inkonstitusional secara permanen," demikian kutipan putusan tersebut.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X