Ridwan Kamil Khawatirkan Perilaku Pemilih, Cenderung Kurang Kedepankan Kualitas Figur Capres

- Jumat, 26 November 2021 | 06:15 WIB
Ridwan Kamil saat menghadiri Rakernas dan HUT Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia. (suaramerdeka.com / Setiady Dwi)
Ridwan Kamil saat menghadiri Rakernas dan HUT Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia. (suaramerdeka.com / Setiady Dwi)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Ridwan Kamil yang namanya masuk bursa capres 2024 seperti sedikit menyimpan kekhawatiran terhadap perilaku pemilih yang cenderung kurang mengedepankan kualitas figur.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ridwan Kamil saat menghadiri Rakernas dan HUT Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia di Gedung Merdeka Bandung, Kamis, 25 November.

"Kadang-kadang dalam demokrasi hari ini pemilih tak pilih orang pintar tapi pilih orang yang disukai. Kadang yang disukai ini, pakai pencitraan dan menang, tapi tak bisa kerja. Karenanya saya doakan Indonesia bisa memilih pemimpin yang bisa kerja," jelas Ridwan Kamil.

Ridwan Kami sendiri menegaskan bahwa sebagai pemimpin dirinya bukan termasuk golongan seperti itu, namun dia tak sungkan untuk mengambil risiko.

Baca Juga: Ini Manfaat Lumut Laut untuk Kesehatan dan Kecantikan

"Tugas pemimpin itu membawa perubahan. Tapi ada pula pemimpin yang dipilih itu tidak melakukan apa-apa selama 5 tahun, tapi itu jelas bukan saya," kata mantan Wali Kota Bandung itu.

"Karena saya tiap hari mengambil keputusan, kadang keliru, tapi itu lebih baik. Sebagai pemimpin harus mengambil keputusan dari pada pemimpin yang tidak mengambil keputusan," imbuh Ridwan Kamil.

Lontaran-lontaran kalimat Ridwan Kamil itu beriringan dengan penjelasannya terhadap komitmennya untuk memajukan desa.

Bahkan secara implisit, itu akan dijadikannya sebagai program unggulan sebagai calon pemimpin di Pemilu mendatang.

Baca Juga: Penting, Cari Aman Merawat Mesin Kendaraan

Salah satunya adalah kebijakan bantuan keuangan terhadap Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang diklaimnya sebagai satu-satunya yang dilakukan Pemprov secara nasional.

"Bantuan keuangan ke BPD ini satu-satunya provinsi yang melakukannya. Saya gubernur yang tiap tahun memberikanya. Kalau suatu hari Tuhan menakdirkan saya akan melakukan hal yang sama ke seluruh Indonesia," jelasnya.

Seolah ingin menegaskan keberpihakannya terhadap desa itu, Ridwan Kami kemudian tiba-tiba saja mengintruksikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dicky Saromi untuk menaikan anggaran bantuan keuangan untuk BPD.

"Untuk pengurus dari provinsi lain silahkan menyampaikan aspirasinya ke gubernurnya masing-masing. Jabar saja bisa, masa yang lain tidak bisa melakukannya," kata Ridwan Kamil.***

Halaman:
1
2

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banten, DKI Jakarta Diguncang Gempa Magnitudo 6,7 SR

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:53 WIB
X