Peringatan Hari Guru Nasional: Salut! Ini 5 Kisah Hebat Perjuangan Para Guru di Indonesia

- Kamis, 25 November 2021 | 16:43 WIB
Ilustrasi guru mengajar/ pixabay
Ilustrasi guru mengajar/ pixabay

Lalu, ia kembali naik ketinting dengan ongkos sewa Rp 300 ribu ke Kaibusene dalam waktu 1 jam 30 menit.

Sementara itu, jalur dengan ongkos mahal membuatnya harus merogoh kocek lebih dalam, yakni hingga Rp 5 juta. Pasalnya, tarif moda transportasi yang ia naiki terbilang cukup mahal.

Pertama, dari Kota Keppi ke Distrik Asgon, Diana harus menyewa mobil Hilux seharga Rp 3 juta.

Lalu dilanjutkan dengan sewa speed boat seharga Rp 1,5 juta untuk sampai ke Kaibusene, tempatnya mengajar.

5. Tak mampu menyekolahkan anaknya sendiri karena minim biaya

Sri Utami adalah seorang guru yang mengajar di daerah transmigrasi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.

Sri ternyata memang hidup serba kekurangan. Jangankan untuk beli baju dan sepatu baru untuk mengajar, menyekolahkan anaknya saja ia tak sanggup.

Putra tercintanya hanya bisa mencicipi pendidikan hingga bangku SMP saat masih tinggal di Surabaya.

''Itupun dia bisa sekolah karena biayanya hasil patungan sanak saudara di sana. Sejak pindah ke daerah transmigran, anak saya hanya di rumah membantu ayahnya berladang,'' ucapnya.

Gaji dua ratus lima puluh ribu yang diterimanya setiap bulan, hanya habis untuk makan.

Sri dan dan suaminya menjadi transmigran di daerah itu, belum bisa berbuat banyak untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Atlet Program Semarang Emas Jalani Tes Fisik

Minggu, 28 November 2021 | 13:41 WIB

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X