Rais Syuriyah PWNU: Demokrasi Transaksional Picu Ketidakadilan

- Rabu, 24 November 2021 | 20:57 WIB
Pembacaan Deklarasi Moderasi Beragama dipimpin Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (BLAS) Dr H Samidi MAg, (suaramerdeka.com/Dok)
Pembacaan Deklarasi Moderasi Beragama dipimpin Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (BLAS) Dr H Samidi MAg, (suaramerdeka.com/Dok)

Gus Ubed yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen, Tlogosari Semarang mengatakan, moderasi beragama merupakan persoalan global dan mendunia.

"Bukan hanya Indonesia yang menghadapi persoalan serius soal mengembangan praktik beragama yang moderat. Seluruh dunia menghadapi masalah ini."

"Mengatasinya harus bareng-bareng seluruh dunia. Terorisme dan radikalisme di Indonesia pengaruh dari Timur Tengah jadi harus dihadapi bersama," tegasnya.

Terhadap kelompok-kelompok yang terindikasi radikal, Gus Ubed meminta jangan mudah memberi stigma radikal.

Baca Juga: Toprak Razgatlioglu, Juara Dunia World Superbike 2021 Siap Ganti Nomor Musim Depan  

"Kalau ada kelompok yang terindikasi harus didekati dan didakwahi supaya kembali ke jalan yang benar," tegasnya.
 
Sementara itu Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen mengajak warga Jateng terus menyuarakan moderasi beragama.

"Bukan moderasi agama, karena pada dasarnya agama sudah moderat. Praktik beragama ini yang harus diperbaiki supaya moderat, tidak ekstrem atau tatoruf."

"Memang Sebagian umat masih memandang agama secara tekstual. Ada yang melihat kontekstual tapi tidak melihat sebab-sebabnya," kata Gus Yasin.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X